KPU Padangsidimpuan Optimistis 77,25 Persen Partisipasi Pemilih Tercapai

437

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Padangsidimpuan Tagor Muda Lubis menyatakan optimistisnya atas raihan 77,25 persen partisipasi pemilih di Padangsidimpuan tercapai.

Hal itu ia ungkapkan ketika dimintai pendapatnya oleh sejumlah wartawan, Senin (4/3/2019), terkait ungkapan kekhawatiran Jalinan Demokrasi (JaDi) Padangsidimpuan, merujuk hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Dimana Presidium JaDi Padangsidimpuan Muktar Helmi menyatakan pesimistisnya, bahwa target partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya di Kota Padangsidimpuan pada 17 April 2019 mendatang tidak akan tercapai.

“Kami tetap optimis pelaksanaan pemilu di Padangsidimpuan berjalan lancar. Sosialisasi masih terus berlangsung dilaksanakan melalui relawan demokrasi yang dibentuk beberapa saat lalu, dan agenda kerja mereka terbilang sangat padat,” ujar Tagor.

Bahkan, kata Tagor, hari ini saja relawan dimaksud ada melakukan sosialisasi pemilu kepada pemilih di salah satu kecamatan. Artinya, terkait dengan hasil survei tersebut, patut dilihat penyimpulan hasilnya dari sudut dan dari daerah mana.

Namun ia tak menampik, ketika ada pihak yang mempertanyakan kinerja KPU, itu memang sah-sah saja. Intinya, hingga saat ini dan kedepan KPU Padangsidimpuan terus menggencarkan sosialisasi pemilu di lapangan, sebut dia.

Tagor mencontohkan seperti kegiatan go to scholl, go to campus, belum lagi kegiatan yang dilaksanakan relawan demokrasi yang menyasar ke akar rumput (masyarakat), dengan cara door to door rumah warga.

“Relawan demokrasi ini terus bergerak, hampir tiap hari mereka melakukan kegiatan edukasi ke masyarakat, sesuai sepuluh basis pemilih berdasarkan asal perekrutan mereka. Diantaranya basis pemilih keluarga, pemilih perempuan, pemilih keagaaman, pemilih marjinal, dan basis-basis lainnya,” jelas Tagor.

Relawan ini dituntut agar setiap hari menyusun agenda jadwal program kegiatan, sebab ada kewajiban bagi mereka disetiap pekan untuk menyampaikan laporan kegiatannya ke pihak KPU Padangsidimpuan.

Dari laporan tersebut, dilihat kegiatan mana saja yang dijadikan prioritas bagi Komisioner KPU untuk harus hadir sebagai narasumber di acara tersebut. Dan tak jarang pihaknya mengaku kewalahan, ketika kegiatan digelar lebih dari satu titik.

“Jadi kembali ke hasil survei LSI tadi, ada dua kemungkinan. Apakah memakai data yang valid, atau mempunyai tujuan yang lain. Yang pasti, hingga kini KPU Padangsidimpuan intens melakukan sosialisasi pemilu ke semua kalangan pemilih,” pungkasnya. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda