Klopp Kritik FIFA dan UEFA Cuma Pikirkan Uang, Bukan Pemain

149

OLAHRAGA, BERITAANDA – Juergen Klopp mengeluhkan padatnya jadwal kompetisi selama setahun. Dia menyebut pemangku kepentingan cuma memikirkan uang, bukan pemain.

Hal ini dikatakan Klopp berkaitan dengan Desember yang begitu melelahkan untuk Liverpool. Sepanjang bulan itu, Liverpool harus bermain sekitar 12 pertandingan di empat kompetisi berbeda.

Selain Premier League, Liverpool juga tampil di Liga Champions, Piala Liga Inggris, dan Piala Dunia Antar Klub. Bahkan Liverpool kini dihadapkan pada dilema memilih tampil di Piala Dunia Antar Klub atau Piala Liga Inggris.

Sebab laga perempatfinal Piala Liga Inggris kontra Aston Villa digelar pada 16 Desember, hanya dua sebelum laga semifinal Piala Dunia Antar Klub. Liverpool punya tiga opsi, diantaranya menurunkan tim berbeda di kedua ajang tersebut, memindahkan jadwal, atau bahkan mundur.

“Sudah jelas kan ke mana arah pembicaraannya , sudah terlalu sering dibahas. Rasanya sudah jelas ya. Semua yang terlibat di olahraga ini sudah tahu,” ujar Klopp di BBC.

“Tidak ada yang ingin menyentuhnya, tidak ada yang serius membicarakan itu. UEFA malah membuat Nations League, membiarkan pemain memainkan beberapa laga intens lagi,” sambungnya.

“Orang-orang bilang Anda butuh skuat yang lebih besar. Pertandingan ini bukan untuk skuat yang lebih besar. Untuk saat ini terjadi ketidakseimbangan antara jumlah pemain dan skuat, jumlah kompetisi dan jeda yang dibutuhkan para pemain.”

Liverpool sebagai juara Liga Champions memang punya jadwal begitu padat. Sepanjang musim ini, Liverpool bahkan bisa bermain sampai 70 pertandingan jika melaju ke seluruh final kompetisi yang diikuti.

Belum lagi, pemain sudah ditunggu oleh ajang Piala Eropa 2020 serta pramusim. Praktis, tidak ada waktu istirahat panjang sehingga pemain bisa fresh menyambut kompetisi baru.

“Mereka cuma punya jeda dua pekan sepanjang setahun, setelah melewati kompetisi yang begitu melelahkan. Menurut saya ada beberapa solusi yang mungkin dilakukan, tapi operator kompetisi harus duduk serta serius membicarakan ini serta memikirkan pemain, bukan dompet mereka. Orang-orang selalu bicara soal uang yang didapat dari sini. Harus ada yang berpikir soal berapa banyak pertandingan,” demikian kata dia. (*)

Sumber: detik.com

Bagaimana Menurut Anda