Kesal Jalan Kembali Rusak, Warga Tanjung Lubuk Portal Akses Truk Sawit

29

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Kesal karena kondisi jalan yang kembali rusak setelah diperbaiki, warga Desa Bumi Agung, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan aksi pemortalan jalan kabupaten pada Rabu (24/6/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap aktivitas truk bermuatan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik PT Segula Energi Sawit (SES) yang kerap melintas di ruas jalan tersebut.

Koordinator aksi lapangan, Deni mengatakan, warga memasang portal dan melarang kendaraan operasional PT SES melintas. Menurutnya, jalan yang baru saja diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten OKI kembali mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas.

“Jalan ini baru diperbaiki oleh Pemda OKI, tetapi sekarang sudah rusak lagi. Selain itu, kondisi jembatan juga mengalami kerusakan,” ujar Deni.

Dalam aksi tersebut, warga juga menyampaikan sejumlah tuntutan dan keluhan, diantaranya kerusakan jalan dan jembatan, polusi debu yang dinilai membahayakan kesehatan anak-anak sekolah, serta kebisingan yang mengganggu warga yang tinggal disepanjang jalan yang dilalui kendaraan perusahaan.

Deni menjelaskan, sebelumnya telah beberapa kali dilakukan mediasi antara masyarakat dan pihak perusahaan terkait perbaikan infrastruktur yang rusak. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada realisasi yang memuaskan dari pihak perusahaan.

Karena itu, warga meminta PT SES membangun atau menggunakan jalur khusus untuk aktivitas operasionalnya dan tidak lagi memanfaatkan jalan kabupaten yang dinilai tidak mampu menahan beban kendaraan berat.

“Muatan yang dibawa diduga melebihi tonase jalan sehingga menyebabkan kerusakan lebih cepat. Bahkan sudah beberapa kali terjadi kecelakaan akibat banyaknya lubang disepanjang jalan,” katanya.

Persoalan tersebut juga telah dibahas dalam pertemuan yang digelar di Kantor Camat Tanjung Lubuk yang dihadiri pihak kecamatan, kepolisian, dan perwakilan perusahaan. Dalam pertemuan itu, masyarakat meminta perusahaan segera mencari jalur alternatif untuk operasional angkutan sawit.

Sementara itu, Camat Tanjung Lubuk, Konarianto, membenarkan adanya aksi pemortalan jalan yang dilakukan warga Desa Bumi Agung.

“Benar, ada penutupan jalan oleh warga. Informasinya aksi tersebut masih akan berlanjut hingga besok,” ujarnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda