Kabupaten Sintang Terus Berbenah Melalui Berbagai Kebijakan Pembangunan

639

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sintang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Dra.Yosepha Hasnah, M. Si membuka kegiatan seminar publik penyampaian hasil fasilitasi multi pihak mendukung inisiatif Sintang lestari yang dilaksanakan di aula Hotel My Home Sintang, Selasa (29/10/2019) pagi.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Conservation Strategy Fund (CSF) Indonesia Mubarik Ahmad, instansi dan stakeholder terkait serta tamu udangan lainnya.

Sekda mengatakan, guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Sintang diperlukan upaya yang konprehensif yang melibatkan semua pihak, baik pemerintah, swasta, warga dan masyarakat adat.

“Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, warga dan masyarakat adat merupakan modal penting untuk menghadapai kompleksitas masalah dan tantangan pembangunan berkelanjutan, baik secara global maupun lokal,” kata Yosepha.

Kemudian, lanjutnya, ada beberapa tantangan yang dihadapai oleh Kabupaten Sintang saat ini, yakni kedaruratan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, belum fungsionalnya beberapa jalan penghubung dari desa menuju kota kecamatan maupun dari kota kecamatan menuju ke ibukota kabupaten menyebabkan terkendalanya proses transportasi dan distribusi barang, sehingga dapat menyebabkan tingginya harga barang di beberapa lokasi.

“Oleh sebab itulah dampak dari infrastruktur ini juga berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat. Diikuti dengan rendahnya harga komoditas unggulan menyebabkan pemenuhan kebutuhan pokok menjadi semakin sulit. Perlunya alternatif terhadap produk unggulan memberikan solusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat,” tegas dia.

Selain itu, dijelaskan sekda, hingga saat ini Kabupaten Sintang terus berbenah melalui berbagai kebijakan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat pada masa yang akan datang.

“Mengingat pembangunan seringkali diidentifikasikan dengan mekanisme kegiatan ekonomi, yang ditandai dengan proses produksi maupun konsumsi yang selalu memberikan dampak eksternalitas negatif bagi lingkungan sebagai pemasok input untuk kegiatan produksi tersebut. Kegiatan ekonomi umumnya menurunkan daya guna lingkungan dan menimbulkan kerusakan pada alam. Hal ini pada akhirnya akan merugikan proses produksi, karena akan timbul keadaan krisis sumber daya sebagai input produksi dari proses pemanfaatan lingkungan secara besar-besaran. Merujuk pada hal tersebut, apabila kita tidak cermat dalam mengendalikan pembangunan, maka dapat dipastikan akan terjadi degradasi daya dukung lingkungan yang akan berdampak pada menurunnya kualitas hidup manusia,” ujarnya panjang lebar.

Pada kesempatan itu juga, sekda meyampaikan bahwa untuk mewujudkan masyarakat Sintang yang sejahtera namun lingkungan tetap terjaga, dengan dibantu oleh Conservation Strategy Fund (CSF) Indonesia sejak tahun 2017, telah menetapkan peraturan Bupati Sintang Nomor 66 Tahun 2019 tentang rencana aksi daerah Sintang lestari tahun 2019-2021.

“Peraturan ini bermanfaat sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menentukan prioritas program dan kegiatan yang berhubungan dengan pembangunan yang berkelanjutan untuk melaksanakan daerah yang berkelanjutan pada tahun 2019-2021,” pungkas dia. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda