Jelang Idul Adha, Distan Sidimpuan Periksa Hewan Kurban

137

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan turun ke Desa Labuhan Labo, Selasa (28/7/2020), memeriksa serta mengecek kesehatan dan kelayakan hewan kurban seperti sapi dan kambing untuk disembelih di hari raya Idul Adha 1441 Hijriah.

Menurut Kadis Pertanian Padangsidimpuan Parimpuan Siregar melalui Seketaris Chairunnisa Daulay, untuk bisa memastikan hewan kurban sehat atau tidak, maka perlu dilakukan pemeriksaan rutin pada tiap tahun, khususnya menjelang Idul Adha yang kini tengah diambang waktu.

“Hewan kurban harus benar-benar dalam keadaan sehat dan layak untuk disembelih. Diantaranya cukup umur, dan giginya kita lihat juga tidak cacat, dan dalam kondisi sehat,” kata Chairunnisa, dalam keterangan persnya.

Pemeriksaan dilakukan mulai dari lokasi pengumpul dan pemotongan hewan-hewan kurban yang akan disembelih yang pada Idul Adha 1440 Hijriah tahun 2019 lalu jumlah sapi di Padangsidimpuan mencapai 1135 ekor. Sedangkan jumlah kambing lebih sedikit, hanya berkisar 196 ekor.

Sementara untuk jumlah hewan kurban sembelihan pada Idul Adha 1441 Hijriah / tahun 2020 ini, pihak Dinas Pertanian Padangsidimpuan menyebut belum mengetahui secara jumlah keseluruhannya dan kini tengah mencaritahu.

“Kita belum bisa dapat totalnya berapa jumlah hewan kurban disembelih tahun 2020. Setelah hari H (Idul Adha Jumat 31 Juli 2020) baru bisa mendapatkan berapa total jumlahnya, mengingat kondisi di tengah (pandemi) Covid-19,” jelas Sekretaris Dinas Pertanian.

Disamping itu, pihak Dinas Pertanian meminta agar saat penyembelihan hewan kurban, panitia harus menjaga jarak sekaligus mengimbau masyarakat untuk tidak berkerumun, di saat penyembelihan berlangsung, serta mengikuti peraturan protokol kesehatan dari pemerintah.

Di sisi lain, Dokter Hewan, drh. Nellisuyanti Nasution yang menyertai sambang lokasi menuturkan, hewan sehat ditandai tidak adanya keluar cairan darah dari lubang-lubang kumlah. Lubang kumlah yakni lubang hidung, telinga, kemaluan, dan pori hewan itu sendiri.

“Bila ditemukan tanda-tanda seperti itu (cairan darah), maka hewan itu tidak layak untuk disembelih. Sebab dicurigai berbahaya karena diduga penyakit anthrax (radang limpa) atau berbahaya,” terangnya. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda