Jadi Contoh Kecamatan yang Terapkan Belanja Online dan Olah Sampah Terpadu

339

PALEMBANG, BERITAANDA – Satuan Kerja Kecamatan Kalidoni Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan hari ini menggelar sosialisasi pada ratusan ibu rumah tangga dan kelompok posyandu yang juga tergabung dalam grup senam.

Sosialisasi dilakukan untuk mengenalkan tiga kegiatan sekaligus, yakni mengenalkan hadirnya ralali.com sebagai platform bisnis to bisnis (B2B) yang memungkinkan ibu rumah tangga bergabung menjadi big agent sehingga bisa menghasilkan sumber pemasukan.

“Ibu rumah tangga kan memiliki potensi yang baik juga jaringan yang kuat, jadi kalau mereka mau menjadi big agent ralali.com sangat baik bisa membantu perekonomian keluarga,” ujar Ketua Satker Kalidoni Hendi, Ahad (3/2/2019).

Dilanjutkan Hendi, selain mensosialisasikan kehadiran ralali.com, satker juga mensosialisasikan kehadiran platform belanja online milik Kecamatan Kalidoni, yakni box belanja yang juga sudah bekerjasama dengan ralali.com. Box belanja ini merupakan wadah belanja online yang hadir di Kecamatan Kalidoni, sehingga ibu rumah tangga bukan hanya bisa membeli tapi juga bisa menjual kebutuhan rumah tangga secara online.

Tak lupa pula turut disosialisasikan kehadiran I Go Green sebagai aplikasi penjualan sampah online, sehingga masalah sampah yang selama ini dianggap bau, sumber penyakit bukan lagi masalah. Justru sampah bisa menjadi sumber pemasukan bagi ibu rumah tangga.

“Ibu-ibu grup senam dan posyandu kita berikan pengetahuan bagaimana cara mengolah sampah sehingga bisa menjadi sumber penghasilan,” ungkapnya.

Ke depannya, instruktur senam yang dihadirkan untuk memimpin senam bisa dibayar dengan uang hasil menabung sampah, sehingga tidak lagi harus mengeluarkan iuran bulanan dengan uang dari kocek sendiri.

Hendi juga mengatakan, setiap sampah dihargai berbeda satu jenis dengan jenis lainnya. Sampah plastik bening misalnya seperti bekas botol air mineral dihargai Rp3 ribu perkilo, sampah kertas dihargai Rp1-2 ribu perkilo, sampah plastik berwana juga dihargai berbeda. Selain itu sampah jenis besi, botol bekas oli juga diterima untuk didaur ulang.

“Jadi sampah organik bisa dibuat menjadi pupuk cair atau padat untuk pupuk tanaman, sementara itu sampah non organik bisa dijual dan sampah non organik yang tidak bisa didaur ulang seperti bekas popok bayi barulah dibuang ke TPS, sehingga mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPS lebih sedikit,” terangnya.

Sementara itu ketua grup senam jantung sehat dan ketua kader posyandu Sei Jawi Reni Kurniasari, menyambut baik dan siap mengembangkan aplikasi box belanja, ralali dan bank sampah di lingkungannya.

“Ibu rumah tangga juga bisa diberdayakan membantu perekonomian keluarga dengan hadirnya ralali.com, box belanja juga bank sampah terpadu ini,” ungkap Reni. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda