Ini Penjelasan Pemkot Gunungsitoli Terkait Pasar Rakyat Idanoi Belum Difungsikan

36

GUNUNGSITOLI-SUMUT, BERITAANDA – Pasar Rakyat Gunungsitoli Idanoi yang belum difungsikan sampai saat ini disebabkan karena adanya oknum mengklaim sebagai pemilik sah lahan berdirinya pasar rakyat tersebut. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gunungsitoli Yurisman Telaumbanua, S.Sos, M.Ec.Dev, Senin (8/2).

“Keberadaan Pasar Rakyat Gunungsitoli Idanoi yang hingga saat ini belum berfungsi sebagaimana yang diharapkan, pada hakekatnya bukan karena faktor kesengajaan atau pembiaran oleh pihak Pemkot Gunungsitoli, namun karena adanya tindakan dari oknum tertentu yang mengaku sebagai keluarga dari Sudiani Larosa (penghibah tanah) yang melarang aparat pemkot memasuki areal pasar tersebut, sehingga menghambat penyelesaian pembangunan akses jalan masuk menuju lokasi pasar. Dan oknum tersebut mengklaim sebagai pemilik sah lahan itu, memiliki bukti kepemilikan berupa sertifikat yang dikeluarkan BPN Kabupaten Nias,” paparnya.

Selanjutnya, Yurisman menjelaskan bahwa Pasar Rakyat Gunungsitoli Idanoi dibangun oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli di atas sebidang tanah seluas +6.600 M2 di Desa Hilimbawodesolo Kecamatan Gunungsitoli Idanoi yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui surat pelepasan hak atas tanah melalui hibah dari Sudiani Larosa kepada pemkot pada tanggal 7 Oktober 2016.

Mengenai pemberitaan di salah satu media daring yang menyatakan bahwa pembangunan Pasar Idanoi asal jadi dan ditelantarkan, Yurisman mengatakan, kalau hal tersebut tidak benar. Karena Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Kantor Camat Gunungsitoli Idanoi telah melakukan langkah-langkah terpadu terkait rencana relokasi para pedagang di Pasar Pekan Humene melalui kegiatan pendataan dan sosialisasi kepada para pedagang pada bulan Januari 2020 yang lalu.

“Dan direncanakan sekitar bulan Maret tahun 2020, Pasar Rakyat Gunungsitoli Idanoi sudah mulai beroperasi namun sangat disayangkan menjelang pengoperasian pasar rakyat tersebut, oleh pihak tertentu yang mengatasnamakan pemilik lokasi pasar dimaksud melakukan pemblokiran akses jalan masuk menuju bangunan pasar dengan meletakkan sejumlah bahan material di badan jalan, dan tidak memperkenankan aparat Pemerintah Kota Gunungsitoli memasuki areal pasar,” terang Yurisman.

Bahwa menyikapi permasalahan tersebut serta untuk mendapatkan kepastian dan perlindungan hukum, Pemerintah Kota Gunungsitoli telah menempuh upaya hukum dengan menyampaikan laporan / pengaduan kepada Polres Nias pada tanggal 31 Maret 2020 melalui tenaga ahli Walikota Gunungsitoli Bidang Hukum.

“Sampai dengan saat ini, pihak Polres Nias telah melakukan upaya penyelidikan/penyidikan atas laporan tersebut. Pemerintah Kota Gunungsitoli sangat berharap adanya pengusutan dan proses lebih lanjut atas laporan tersebut, sehingga Pasar Rakyat Idanoi yang telah selesai dibangun, dapat segera dinikmati dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” harapnya. [Ganda]

Bagaimana Menurut Anda