Harga Kelapa Sawit Tidak Stabil, Masyarakat Kebingungan

157

SERGAI-SUMUT, BERITANDA – Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai) menghadiri acara sosialisasi pengawalan dan evaluasi program peremajaan kelapa sawit perkembangan tahun 2019, bertempat di aula Rumah Makan Bayu Lagon Kota Tebing Tinggi, Selasa (12/11/2019).

Perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Banua Pane SP M.Si mengatakan, bahwa 13 kabupaten/kota se-Sumatera Utara (Sumut) diproyeksikan akan menjadi wilayah potensial dalam program peremajaan kelapa sawit perkebunan, termasuk salah satunya Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Sejauh ini Pemkab Sergai sangat membantu mensukseskan program peremajaan kelapa sawit perkebunan rakyat ini, sehingga dia optimis target 2000 hektare (ha) untuk tahun 2020 bisa tercapai. Saat ini sendiri, lanjutnya lagi, sudah terealisasi 700 ha dari target 1.078 ha di tahun 2019.

Sementara Wabup Sergai H. Darma Wijaya menyampaikan bahwa harga kelapa sawit yang tidak stabil menjadi permasalahan tersendiri, sehingga masyarakat kebingungan memilih antara menanam kelapa sawit atau tanaman potensial lain, seperti ubi.

“Momen ini kita harapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pembangkit semangat perekonomian, terutama mereka yang menggantungkan perekonomian pada kelapa sawit,” jelas dia.

“Perkebunan kelapa sawit yang merupakan 60% dari seluruh jenis kebun di Sergai tentu menjadi fakta potensial untuk menyukseskan program peremajaan kelapa sawit ini. Namun walaupun persentasenya besar, petani sawit di Sergai masih kurang pemahamannya dalam proses teknis perkebunan, seperti cara memilih bibit kelapa sawit yang unggul, cara memanen yang masih keliru, dan hal dasar lain yang menyebabkan kurang maksimalnya hasil produksi kelapa sawit,” tambah dia.

“Program Dinas Perkebunan Provsu ini diharapkan, sekaligus menjadi ajang edukasi pagi pemilik perkebunan rakyat di Sergai. Jadilah pemilik kebun yang serius, bukan ikut-ikutan,” katanya. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda