Hadiri Pengajian NU, Jarot Ajak Masyarakat Binjai Jaga Keberagaman

417

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno,M.Med.PH menghadiri pengajian selapanan Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangka Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam 1440 Hijriah, bertempat di halaman Masjid Jami’ Baiturrohim Desa Binjai Hilir Kecamatan Binjai Hulu Kabupaten Sintang, Ahad (17/3/2019).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peresmian Masjid Jami’ Baiturrohim Desa Binjai Hilir tersebut oleh Bupati Sintang.

Melalui kesempatan pengajian selapanan tersebut, bupati mengajak masyarakat Kecamatan Binjai Hulu untuk menjaga keberagaman dan perbedaan yang ada, terlebih saat ini merupakan tahun politik sehingga dirinya meminta masyarakat Binjai Hulu untuk tidak mudah terprovokasi dan menyebarkan bila menerima berita-berita atau kabar hoax, tidak menyebarkan ujaran kebencian dan lainya melalui media sosial atau media komunikasi lain yang bisa merusak kebersamaan dan keberagaman yang ada.

“Jangan sampai pesta demokrasi yang sudah di depan kita ini bisa merusak kerukunan kita semua, karena berbeda pilihan. Karena merawat kerukunan kebangsaan itu mahal, semua harus menahan diri apabila menerima ujaran kebencian, hoax dan lainnnya, saring sebelum sharing. Sebelum menyebar informasi saring dulu informasi itu, jadi saya yakin di Binjai ini selalu hidup rukun saja,” kata Jarot.

Jarot pun mengaku bahwa dirinya sangat bangga atas keberadaan NU yang hingga saat ini mampu merawat dan menjaga kerukunan umat beragama, mengingat Indonesia merupakan negara yang besar dengan memiliki 17.054 pulau, 1.340 suku bangsa, 742 bahasa dengan mayoritas umat beragama Islam namun tetap bisa hidup rukun dengan agama yang lainnya, sehingga hal itulah membuktikan bahwa yang minoritas juga dijaga, hubungan dengan umat agama lain juga baik di Indonesia ini, sehingga itulah yang menjadi kebanggaan Negara Indonesia.

“Saya senang dengan NU, karena mengajarkan ukhuwah islamiyah, ukhuwah basariyah, ukhuwah batoniah, ukhuwah insaniah yang kokoh. Jadi kerukunan itu mahal harganya, untuk itu kita jaga semua, nah pengajian selapanan ini harus terus dilaksanakan juga,” ungkap Jarot.

Jarot juga meminta dengan telah diresmikannya Masjid Jami’ Baiturrohim tersebut, masyarakat muslim Desa Binjau Hilir harus memakmurkannya.

“Karena tujuan utama pembangunan masjid bukan pada bentuk fisiknya saja, tapi bagaimana umat muslim mampu memakmurkannya. Dan masjid juga bukan hanya untuk ibadah saja, tapi juga untuk kegiatan umat muslim yang lain, seperti pemberdayaan umat, pemberdayaan ekonomi, kegiatan remaja masjid dan lainnya,” tegas bupati.

Di tempat yang sama, Ketua Majelis Wilayah Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Binjai Hulu Aminudin mengatakan, pengajian selapanan ini dilaksanakan secara bergantian di masing-masing desa dan di masjid-masjid yang telah ditentukan oleh MWCNU.

“Pengajian ini merupakan sarana edukasi, silaturahmi dalam waktu tertentu, sehingga dengan harapan pengajian yang diselenggarakan ini akan membuahkan kecerdasan spiritual dan batin kepada seluruh umat muslim yang hadir,” jelas dia.

Sementara Takmir Masjid Baiturrohim Yusup menyampaikan, bahwa pembangunan masjid ini dimulai sejak 26 Oktober 2005 silam dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp1 miliar lebih melalui swadaya masyarakat muslim di Desa Binjai Hilir.

“Awalnya 2005 lalu kami lakukan pengumpulan dana lima ribu rupiah dari kaplingan sawit, kemudian selang beberapa tahun kami kumpulkan 30 ribuan perkaplingan, dan sampai sekarang sudah terbangun seperti ini, dan juga ada beberapa donatur yang pernah membantu,” kata Yusup.

Yusup menambahkan bahwa kedepan akan dibangun pagar keliling masjid yang diperkirakan memakan dana sekitar Rp440 juta.

“Saat ini sudah terkumpul dana sekitar Rp60 juta melalui iuran rutin yang dilakukan warga, seperti membangun Masjid Jami’ Baiturrohim tersebut,” jelas dia. (Arni/Humas Pemkab Sintang)

Bagaimana Menurut Anda