Geliat Pengelolaan DD Dibalik Kemunculan Desa Wisata di Sergai

353

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Pendayagunaan potensi yang dimiliki oleh desa di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menjadi menarik, melihat geliat pengelolaan dana desa (DD) yang dikelola dalam pengembangan pariwisata. Dimana manfaat yang dihasilkan oleh sektor pariwisata melalui kegiatan desa wisata.

Presiden dan Wakil Presiden Indonesia telah memutuskan untuk menjadikan pariwisata sebagai lini sektor utama dengan konsep desa wisata dan desa digital. Oleh sebab itu, diperlukan usaha-usaha untuk memasarkan suatu destinasi wisata agar lebih dikenal oleh para wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.

Selain itu, usaha-usaha memasarkan destinasi juga berguna agar destinasi wisata tersebut memiliki masa depan yang lebih panjang. Serta tidak dapat dipungkuri dengan pemanfaatan dana desa, banyak disajikan pengembangan desa wisata.

Seperti di Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat ini telah terwujud desa wisata tani di Desa Melati II Kecamatan Perbaungan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Madani, yang mengedepankan perpaduan wisata edukasi pertanian, budaya dan peternakan.

Bagi penggemar wisata adventure dapat menikmati sensasi di desa wisata Buluh Duri Kecamatan Sipispis yang dikelola oleh BUMDes Buluh Duri Mandiri (Buduma), yang menyajikan wisata arung jeram dengan menyusuri aliran Sungai Bah Bolon dengan keindahan air terjun, batu bersusun, serta jeram di sepanjang aliran sungai.

Dan kini untuk menghadapi tantangan zaman pengembangan desa wisata yang semakin berkembang di beberapa daerah, serta tidak dapat dipungkuri perlu strategi dalam pengembangan wisata dengan konsep marketing yang dikenal positioning differensiasi dan branding (PDB).

Bagaimana sebuah produk pariwisata agar dikenal atau diingat oleh para konsumen, kemudian mengetahui pembeda suatu destinasi dengan destinasi pesaing lainnya, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah branding yang memegang peranan penting dalam pemasaran destinasi pariwisata.

Dengan adanya sebuah branding diharapkan mampu merepresentasikan nilai, budaya, filosofi, harapan masyarakat atau stakeholder di dalam suatu destinasi, dapat berpengaruh positif terhadap desa wisata.

Hingga kini semenjak dana desa diluncurkan dari tahun 2015 hingga akhir 2019, beberapa desa wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa menjadi tren dan daya tarik baik wisatawan lokal maupun mancanegara, dengan berwisata menikmati suasana alam pedesaan dan budaya serta adat istiadat yang hidup di dalamnya. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda