Gara-gara Air, Bupati Tapsel Nekat Panjat Tower Reservoir

658
Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu tersenyum lepas usai menjejakkan kakinya di puncak bangunan setinggi lebih kurang 15 meter dari atas permukaan tanah.

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Aksi yang dilakukan oleh Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul M. Pasaribu terbilang sangat nekat. Gara-gara air, tanpa ada rasa ragu apalagi gamang, tower setinggi setara bangunan tiga lantai dipanjatnya.

Dengan terlebih dahulu menggulung celana panjang yang dikenakan sampai setinggi lutut, bupati pun mulai menaiki anak tangga tower satu persatu hingga menjejakkan kakinya di puncak bangunan setinggi lebih kurang 15 meter dari atas permukaan tanah.

Padahal, baik Syahrul saat memanjat maupun bangunan reservoir berkapasitas 18 ribu liter air tersebut tampak tak dilengkapi alat pengaman atau alat safety. Lokasi bangunannya berada persis di belakang kantor bupati, Jalan Prof. Lafran Pane, Sipirok, Tapsel.

Aksi ‘heroik’ bupati diluar jam kantor, Selasa (16/7/2019) sore itu, praktis mengundang perhatian warga sekitar, termasuk sejumlah pejabat Tapsel yang menyaksikan. Mereka terus berdecak kagum sembari menggeleng kepala masing-masing.

“Aksi tersebut hanya spontanitas beliau karena ingin mengetahui kepastian persediaan air dalam reservoir,” ungkap Kabag Humas dan Protokol Tapsel, Isnut Siregar, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (17/7/2019).

Belakangan ini, kata Isnut, ketersediaan air disetiap kantor memang kerap dikeluhkan para pegawai. Kondisi ini diperkirakan sangat bertolak belakang dengan limpahan persediaan air yang ditampung dalam reservoir.

“Bupati mungkin merasa penasaran dan ingin mengetahui kondisi pastinya. Apa sebenarnya yang menyebabkan suplay (pasokan) air ke hampir semua kantor di Pemkab Tapsel tersendat, sehingga terkadang menjadi kendala utama di kamar mandi,” jelasnya.

Penyebab tersendatnya pasokan air ada di instalasi saluran pipa air, dan dugaan bupati benar setelah melihat langsung reservoir berisi penuh air. Syahrul pun memeriksa kamar mandi sejumlah SKPD seraya meminta pimpinan OPD lebih mengontrol penggunaan air agar tidak terbuang sia-sia.

Bupati mandapati sejumlah kran air kamar mandi SKPD yang rusak dan air dibiarkan terus mengalir tanpa henti. Ditambah kamar mandi yang jorok tak terawat. Karenanya, ujar Isnut, guna efektif dan pengontrolan penggunaan air, rencananya setiap kantor SKPD akan dipasangi meteran air. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda