PALI, BERITAANDA – Aktivitas Komunitas Stanza Radio Nirmala (STARLA) pasca diumumkan keberadaannya melalui laman https://kab-pali.kpu.go.id/berita/baca/7896/lembaga-pemantau-terakreditasi# oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Senin (14/10/2024), langsung membuka pendaftaran kelas pendidikan pemilih yang diadakan oleh KPU PALI selama kurun waktu masa kampanye Pilkada.
Jerryansyah (Lontong) selaku Divisi Humas dan Kelembagaan STARLA menyebut bahwa pihaknya telah terakreditasi di KPU PALI sejak Juni 2024, dan sebelumnya juga pernah melakukan pemantauan di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) PALI atas penyelenggaraan Pemilihan Legislatif, Presiden dan Wakil Presiden di tahun yang sama.
“Kesadaran akan pentingnya menggunakan hak pilih dan memilih calon kepala daerah yang berkualitas hanya dapat dilakukan jika masyarakatnya cerdas,” imbuh Lontong yang menjelaskan tujuan dilaksanakannya pendidikan pemilih ini, Selasa (15/10/2024).
Lontong juga menjelaskan bahwa pendaftaran calon peserta telah dibuka secara online pada link pendaftaran (https://forms.gle/W4EU7ZEQVfftVfTx9), dan pendidikan pemilih juga diformat web seminar (webinar) yang diselenggarakan secara online oleh KPU PALI bekerjasama dengan unit kerja STARLA Institute.
“Pendidikan pemilih ini dibuka untuk umum secara gratis dengan fasilitas materi dengan ragam narasumber, bersertifikat dan bagi yang beruntung akan mendapat merchandise dan pengganti uang pulsa,” terang Jerry.
Terpisah, Sunario SE selaku Ketua KPU PALI saat dihubungi, mengapresiasi kerelawanan Komunitas STARLA sebagai bentuk peran dan partisipasi masyarakat dalam Pilkada, dan berharap dapat mendorong target suksesnya penyelenggaraan hajat 5 tahunan ini.
“Dengan adanya Pemantau Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati PALI yang dilakukan STARLA, maka diharapkan lembaga pemantau pemilihan ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelaksanaan Pilkada PALI, terkhusus yang berkaitan dengan partisipasi masyarakat yang datang ke TPS pada 27 November 2024. Karena KPU PALI menargetkan partisipasi masyarakat minimal 80%,” terang komisioner kawakan ini. (RDT)