Dermaga Internasional Tanjung Tapa, dari OKI Menuju Dunia

258

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – PT OKI Pulp and Paper Mills membangun terminal khusus internasional (tersus) untuk kebutuhan ekspor produk olahan bubur kertas ke beberapa negara di dunia. Dermaga modern tersebut terletak di Tanjung Tapa, Desa Simpang Tiga Jaya Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel.

Pelabuhan Tanjung Tapa merupakan kawasan terintegrasi dari kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) seluas 650 hektare kawasan industri pabrik pengolahan bubur kertas yang dikelola Sinar Mas Group. Jarak pabrik utama di Sungai Baung OKI menuju pelabuhan hanya berkisar 63 Km atau 1,5 jam perjalan darat.

Terminal pelabuhan internasional khusus dengan teknologi konstruksi terbaru itu dibangun dengan ukuran platform panjang 450 meter dan lebar 50 meter. Laut sekitar dermaga cukup dalam hingga mampu menampung kapal-kapal besar dan sekali sandar bisa menampung 3 kapal ukuran 75 knot.

Untuk menuju dermaga utama dibangun jembatan penghubung (trestle) yang membentang sepanjang 3.150 meter diatas hutan mangrove. Tidak hanyak pelabuhan internasional, dermaga itu juga terintegrasi dengan kawasan pergudangan yang berdiri diatas lahan seluas 60 hektare.

Head Publik Afair PT OKI Pulp and Paper Gadang Harto Hartawan mengatakan, terkait perizinan, perusahaan tersebut sudah mengantongi semua perizinan, baik dari pusat maupun daerah.

“Perizinan lengkap semua. Kami dapat pinjam pakai kawasan (mangrove) hanya selebar jalan, dengan panjang 20 meter. Itu kami bangun langsung di atas mangrove. Pohon bakau di hutan lindung pun tidak kena. Intinya, sudah ada keberpihakan semua,” tegasnya.

Dikatakan Gadang, dermaga laut yang dibangun masuk kategori terminal khusus (tersus). Keperluannya untuk mendukung industri pulp and paper, seperti bahan baku, ekspor, dan eksplorasi khusus PT OKI Pulp and Paper Mills sebagai pabrik kertas terbesar di Asia Tenggara.

“Pertama kali dermaga laut internasional ada disini, Sumsel. Tujuan (pembangunan dermaga laut) bisa merealisasikan hilirisasi industri pulp. Lebih banyak ke industri tisu. Bisa untuk melakukan ekspansi. Kami mengandalkan dermaga ini,” imbuhnya.

Pembangunan terminal khusus ini, ungkap dia, memakan waktu 18 bulan masa kontruksi dan telah mendapat izin operasi dari Kementerian Perhubungan pada awal Juli 2020. “Jadi sudah beroperasional. Kita tunggu alat berat bongkar muat crane yang kini sedang diinstalasi di Boom Baru,” ungkapnya.

Gadang menambahkan, pembangunan dermaga laut itu menghabiskan dana mencapai US$ 200 juta atau senilai Rp2,91 triliun. “Investasi besar untuk sebuah pelabuhan khusus, makanya untuk kepentingan hilirisasi. Jadi produk tisu bisa berjalan lancar sampai keluar melalui kapal pakai kontainer,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Iskandar, SE optimis daerahnya mampu menyumbang penerimaan yang besar bagi negara, seiring telah beroperasionalnya terminal khusus (tersus) OKI Pulp and Paper di Tanjung Tapa.

“Tentu dengan beroperasionalnya pelabuhan ini kita optimis mampu meningkatkan PDRB Sumsel dan penerimaan negara dari sektor industri kertas,” ungkap Iskandar saat menghadiri undangan PT OKI Pulp and Paper Mills dalam rangka meninjau operasional dermaga samudra Tanjung Tapa PT OKI Pulp, Senin (20/7/2020).

Iskandar mengapresiasi atas investasi besar yang ditanamkan Sinar Mas Group di Bumi Bende Seguguk. Dia berharap buah pembangunan itu dapat dirasakan masyarakat Sumsel dan OKI khususnya. “Kita bangga ada industri sebesar ini di Sumsel, harapannya dapat mendongkrak PDRB yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda