Cegah DBD, Dinkes OKI Pembersihan Lingkungan di Sekitar Kantor

378

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan pembersihan lingkungan di sekitar kantornya, Jumat (3/1/2019) pagi. Hal ini dilakukan untuk mencegah berkembangnya sumber yang bisa menjadi sarang nyamuk aedes aegypti atau yang juga dikenal dengan nyamuk demam berdarah dangue (DBD).

Hal ini menyusul terdapatnya lima kasus yang positif terjangkit DBD di OKI dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Kasus ini langsung menjadi perhatian dari pihak Dinkes OKI.

Sekretaris Dinkes OKI Iwan Setiawan SKM MKes mengungkapkan, dari kegiatan pembersihan lingkungan tersebut, diharapkan bisa diikuti oleh warga untuk turut melakukan kegiatan yang sama di lingkungan masing-masing.

Menurut dia, perilaku pola hidup bersih dan sehat (PHBS) ini bisa dimulai dari hal terkecil, seperti lingkungan rumah.

Iwan kembali menjelaskan, masa-masa pergantian musim atau pancaroba seperti ini sangat rentan menyebabkan masalah kesehatan. Untuk itu, menjaga PHBS seperti membersihkan lingkungan serta menjaga pola makan sangat dibutuhkan.

“Terlebih yang cukup rentan ini adalah penyakit DBD yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti,” ungkap Iwan yang juga sebagai Plt Kadinkes OKI usai pembersihan.

Dijelaskannya, untuk mencegah DBD ini bahkan bisa dimulai dari hal yang kecil seperti mencegah adanya tempat yang bisa membuat genangan air.

“Misalnya ada yang menemukan bekas kaleng yang bisa menampung air, itu airnya bisa dibuang. Ini salah satu bentuk pencegahan, apalagi kalau kerja bakti pembersihan lingkungan ini dilakukan seluruh lapisan masyarakat akan lebih besar dampaknya,” ujarnya.

Untuk DBD ini sendiri, lanjut Iwan, memang lebih baik dilakukan pencegahan. Meskipun demikian ketika terjadi kasus (DBD) pihak Dinkes tetap akan menindak lanjuti.

“Kita melakui seksi-seksi yang ada di dinas sudah menyebar imbauan ke Puskesmas dan OPD, termasuk sampai ke pemerintah di desa untuk lebih cermat dalam melakukan pencegahan terhadap DBD ini,” tuturnya.

Masih kata dia, nyamuk DBD ini sendiri berbeda dengan nyamuk biasa, baik dalam perkembangbiakan hingga waktu aktifnya. Untuk itu dibutuhkan pencegahan lebih dini terkait masalah ini.

“Jika ada indikasi penderita ini segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat agar bisa diketahui itu benar DBD atau bukan. Kalau sudah ada indikasi, usahakan jangan sampai kekurangan cairan, dikompres agar panasnya cepat turun, atau berikan obat penurun panas,” jelasnya.

“Kenali sedini mungkin kalau ada yang panas mendadak patut dicurigai, sehingga secepat mungkin mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) untuk memeriksa dan diberikan tindakan. Itu cirinya panas tinggi 2 sampai 7 hari, lemah, timbul bintik merah pada kulit, sering terasa nyeri pada ulu hati,” pungkasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda