Bupati Tapsel Resmikan Fasilitas Jagung Pipil

212

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul M. Pasaribu, SH resmikan fasilitas jagung pipil yang dibangun oleh PT. Agincourt Resources (AR), di Aek Sirara, Desa Sumuran, Kecamatan Batang Toru, Rabu (26/2/2020).

Dalam kesempatan itu, Bupati Syahrul akui menyambut baik program PT. AR yang telah membangun fasilitas produksi jagung pipil yang dipastikan akan sangat membantu pendapatan petani dan masyarakat Tapsel.

“Tentunya fasilitas ini dapat membangkitkan usaha Koperasi Karya Mulia Bakti untuk kian berkembang dan maju. Terimakasih kepada PT. AR yang telah mendukung program Pemkab Tapsel dalam mewujudkan masyarakat Tapsel yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” katanya.

Menurutnya, hal ini patut disyukuri karena salah satu komitmen bersama antara PT. AR dan Pemkab Tapsel telah terlaksana dengan baik. Sejalan dengan poin komitmen bersama yang dulu disepakati. Dimana sebagian keuntungan perusahaan diberikan kepada masyarakat.

Direktur Operasional PT. AR, Darryn McClelland berujar, peresmian kedua program community development PT.AR itu merupakan bagian dari program peningkatan ekonomi, terutama di bidang pertanian untuk masyarakat di sekitar Tambang Emas Martabe.

“PT. AR terus berkomitmen menghidupkan harapan atas peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, terutama yang berada disekitaran tambang khususnya di bidang infrastruktur, ekonomi serta bidang lainnya,” ujar Darryn.

Senior Manager Community Relations PT. AR Pramana Triwahyuni menambahkan, proyek pengembangan masyarakat berupa fasilitas pengolahan jagung untuk aktivitas pasca panen juga diresmikan untuk dikelola oleh Koperasi Karya Mulia Bakti.

Fasilitas tersebut, terang dia, terdiri dari lantai penjemuran, gudang saprodi, gudang produk, mesin perontok jagung, mesin kipas, ruang mesin, bangunan kantor dan toilet. Kesemua itu dikelola oleh Koperasi Karya Mulia Bakti.

“Kapasitas penjemuran mencapai 2 ton, sedangkan gudang produk mencapai 3 ton, dengan total biaya pembangunan lebih dari Rp200 juta,” tutur Pramana.

Sedikitnya ada 60 petani menerima manfaat, dan lebih dari 50 hektare lahan kebun jagung memanfaatkan fasilitas ini. Selama ini anggota koperasi mayoritas berbudi daya jagung untuk bahan pakan ternak dan kemudian berinisiatif menjadi sentra jagung pipil di Batang Toru.

“Saat ini sudah ± 30 hektare lahan yang ditanami jagung di setiap musim tanam. Mereka juga memiliki 1 hektare lahan budidaya penangkaran jagung untuk kemandirian benih lokal dan unggul,” sambung Pramana.

Sedangkan untuk area pemasaran produksi, selain di Batang Toru juga sudah menyasar Sibolga, Padangsidimpuan, dan Medan dengan diversifikasi produk yang beragam. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda