Bupati Iskandar: Jangan Lagi Ada Pensiunan Harus ‘Makan Tabungan’

230

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Iskandar SE, berharap tak ada lagi pensiunan nantinya harus makan tabungan (mantab) untuk membiayai kebutuhannya, karena uang pensiunan tertunda pencairannya.

Hal tersebut disampaikan Bupati OKI Iskandar SE saat menghadiri sosialisasi pengurusan pensiunan dan tunjangan hari tua (THT) serta pengenalan produk dan layanan Bank Mandiri Taspen di lingkungan Pemkab OKI, Kamis (28/11/2019), bertempat di aula Bende Seguguk I.

“Saya berharap jangan lagi ada pensiunan yang harus makan tabungan untuk membiayai kebutuhannya karena pensiunan tertunda pencairannya,” harap Iskandar.

Ditambahkannya, efisiensi birokrasi pada BKPP, BKN Pusat dan BKN Regional VII Palembang serta PT Taspen diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah, karena saat ini beban administrasi harus diminimalisir dan kita dituntut untuk melakukan inovasi pelayanan. Jadi tidak ada lagi pengurusan pensiunan membutuhkan waktu yang cukup lama dan mengumpulkan banyak berkas.

“Saya menyambut baik sekaligus bergembira ata terselenggaranya sosialisasi kepengurusan tabungan hari tua dan pensiun pegawai negeri sipil yang diselenggarakan BKPP dan Bank Mandiri Taspen ini,” ungkap Bupati OKI.

“Diharapkan kepada seluruh peserta sosialisasi pengurusan tabungan hari tua dan pensiun PNS agar mengikuti acara ini dengan sungguh-sungguh, dan bila belum memahami untuk tidak segan bertanya kepada narasumber mengenai hal-hal yang belum dipahami,” tambah dia.

Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada narasumber dan semua pihak yang mendukung terlaksananya acara sosialisasi pengurusan tabungan hari tua dan pensiunan PNS ini, sehingga bisa berjalan lancar dan sesuai dengan sasaran, tujuan dan harapan.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan OKI H. Herry Susanto S.Sos, menyampaikan tujuan dari diadakannya sosialisasi ini untuk mempermudah pelayanan aparatur sipil negara (ASN) yang akan mengajukan usul pensiun, sehingga setiap ASN memperoleh pelayanan publik yang prima dalam pengajuan usul pensiun.

Disampaikannya juga, adapun peserta dalam sosialisasi tersebut berjumlah 100 ASN yang merupakan utusan dari dinas, badan, bagian, kecamatan, serta guru-guru yang ada di OKI, dengan lama satu hari dimulai pukul 08.00 Wib hingga selesai. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda