Bukan Tulung Selapan, Disini Lokasi Potensial Jembatan Penghubung Sumsel-Bangka

993

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Wacana pembangunan jembatan penghubung Sumsel-Babel kian terang setelah Menteri PUPR RI Basuki Hadi Moeljono menyetujui proyek infrastruktur tersebut.

Sebelumnya hangat diwacanakan bahwa lokasi jembatan akan membentang dari Desa Permis Bangka Selatan pada sisi Pulau Bangka dan Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI disisi Sumsel.

Lokasi tersebut dikabarkan akan bergeser ke Tanjung Tapa Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Informasi tersebut berdasarkan studi awal oleh tim PUPR Provinsi Bangka Belitung yang melakukan pra kajian Jembatan Bangka-Sumsel.

Dari kajian ini, disiapkan tiga alternatif pasangan lokasi yang mungkin dikembangkan, baik dari sisi Pulau Bangka maupun sisi Pulau Sumatera.

Pertama lokasi di Tanjung Punai, yang berada diantara Kecamatan Muntok dan Desa Kundi ke Juru Taro, Banyuasin di sisi Pulau Sumatera, dengan panjang rencana jembatan sekitar 22,6 kilometer.

Titik lokasi kedua, adalah Tanjung Pura, Bangka Tengah, untuk sisi Sumatera adalah di Sungai Batang dengan rencana panjang jembatan 23,1 kilometer. Lokasi ketiga, di Desa Sebagin Bangka Selatan sementara di sisi Pulau Sumatera berhubungan dengan Tanjung Tapa, Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan panjang jembatan yang lebih pendek, yakni 15,2 kilometer.

“Pra kajian ini untuk menyusun dokumen pra studi kelayakan sebagai dasar dalam proses kebijakan dan strategi rencana pembangunan jalur penghubung Bangka-Sumatera,” kata Noviar Ishak selaku Kepala Dinas PUPR Provinsi Bangka pada pertemuan gubernur, bupati dan walikota se-Sumsel dan Provinsi Bangka dengan Menteri PUPR RI Basoeki Hadimoeldjono, di kantor Kementerian PUPR RI Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).

Hal itu juga dibenarkan Kepala Dinas PU PR Kabupaten OKI, Ir H Hafidz MM.

“Kalau lihat kajian awal Tanjung Tapa lebih potensial, karena jarak tempuh lebih pendek,” ungkap Hafidz, Jumat (19/7/2019).

Menurut dia, usulan tersebut langsung disetujui Menteri PUPR Basoeki Hadimoeldjono.

Menteri PUPR RI Basoeki Hadimoeldjono mengungkapkan dukungannya secara utuh. Hanya saja ia meminta Pemerintah Provinsi Sumsel dan Bangka Belitung melakukan fisibility study yang baik dan kuat terlebih dahulu. Itu karena menteri sudah menyetujui pembangunan dilakukan dengan dana APBN secara keseluruhan.

“Proyek ini potensial untuk dibiayai melalui APBN, mari bikin fisibility yang kuat agar kami bisa putuskan ini dibangun. Banyak daerah lain yang juga minta dibangunkan jembatan, misalnya Batam. Saya dukung penuh, fisibility study-nya harus baik dan kuat. Nanti mulai desain. Bila perlu 13 kilometer lewat laut. Kalau APBD kurang mendingan ditangani APBN,” jelas Hafidz mengutip perkataan menteri.

Sebelumnya, pada pertemuan Juni lalu antara Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Gubernur Bangka Belitung, Bupati Bangka Selatan, dan Bupati OKI, H. Iskandar SE sepakat mengirimkan surat resmi kepada presiden agar pembangunan jembatan tersebut dapat dijadikan sebagai proyek strategis nasional (PSN).

“Memang saran Menteri Basoeki, masing-masing pemda (Bangka Selatan Babel dan OKI Sumsel) harus mengirim surat kepada Presiden Jokowi setelah pertemuan ini (soal jembatan Sumsel-Babel),” tutup Hafidz. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda