BSN Ajak Pengusaha Buat Pempek Sesuai SNI

498

PALEMBANG, BERITAANDA – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Palembang (PNM) bersama Bandan Standarisasi Nasional (BSN) Kantor Wilayah Palembang memberikan sosialisasi pada sejumlah pengrajin pempek binaan PNM, bagaimana cara membuat pempek yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kepala Kantor Badan Standarisasi Nasional Kantor Wilayah Palembang Haryanto mengatakan, membuat pempek bukan hanya cantik tampilannya saja saat disajikan, tapi juga harus bersih dari awal proses pembuatannya.

“Makan yang baik dan sehat itu juga harus diawali dari dapur yang sehat, jadi bukan cuma cantik tampilannya saja,” ujar Hary di sela pengembangan kapasitas klasterisasi makanan yang digelar PNM di Hotel Clasie, Kamis (21/2/2019).

Hary menjelaskan, mengapa pentingnya kebersihan dalam semua proses pembuatan makanan, karena makanan yang tidak bersih bisa menyebabkan keracunan hingga kematian, disebabkan pencemaran bakteri ecoli akibat tidak higienisnya proses pengolahan makanan tersebut.

Sesuai pedoman SNI, ada tiga tahapan proses pembuatan makanan harus steril, yakni mulai dari bahan baku, proses pembuatan, hingga penyimpanan.

Bahan baku harus bersih dari bahan kimiawi misalnya borak, formalin, pewarna makanan berbahaya juga pengawet. Bahan baku juga harus bersih dari pengolahannya. Limbah ikan bahan baku harus memiliki sanitasi yang baik untuk mencegah bakteri ecoli berkembang biak.

Proses pembuatan pun harus baik. Selalu diawali dengan cuci tangan, mengolah pempek menggunakan sarung tangan, menggunakan celemek, juga menutup rambut, agar rambut tidak jatuh ke dalam makanan.

Rambut, dikatakan Hary, merupakan pusat berkumpulnya merkuri di tubuh manusia yang berasal dari merkuri yang terbawa dalam makanan dan berkumpul di rambut. Jadi bisa dibayangkan kalau rambut mengandung merkuri dan jatuh ke makanan bagaimana akibatnya.

Selanjutnya proses perebusan pempek juga tidak kalah penting. Selama ini paradigma pempek matang itu, yakni pempek yang sudah direbus dan mengambang. Padahal agar bakteri pada pempek mati standarnya adalah merebus pempek di suhu 100 derajat celcius selama 15-20 menit.

“Sebenarnya ada alat sterilisasi bakteri berupa kompres itu harganya lumayan mahal, makanya kita informasikan cara yang mudah membunuh bakteri tanpa alat,” jelas Haryanto.

Tak kalah penting proses penyimpanan juga harus bersih, karena percuma saja jika bakterinya mati dalam proses memasak tapi penyimpanannya salah akan tetap membuat pempek dijangkiti bakteri dan spora (jamur) lagi. Idealnya proses penyimpanan berada di suhu 0-5 derajat, sehingga bakteri tidak bisa berkembang biak.

Haryanto mengatakan, BSN siap membantu pelaku usaha ini mendapatkan sertifikasi SNI. Awalnya mereka kita bina dulu pelan-pelan dari awal. Soal administrasi berupa izin dan lainnya nanti kita bantu mendapatkannya selama pembinaan. Tahun ini targetnya paling tidak ada 2-3 UMKM binaan nasabah PNM yang mendapat SNI. Sementara itu biaya proses sertifikasi dan pendanaan UMKM akan dibantu oleh PNM.

“Sudah ada tiga pempek yang mendapat label SNI setelah kita bina, ini bisa menjadi contoh bagi pengusaha pempek atau lainnya untuk juga bisa mendapatkan SNI,” tutup Haryanto. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda