BNNK OKI Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum Anti Narkoba di SMPN 4 Kayuagung

7

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Dalam memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan berbagai langkah strategis, salah satunya melalui kegiatan evaluasi pelaksanaan fasilitasi advokasi bidang pencegahan kepada satuan pendidikan yang digelar di SMP Negeri 4 Kayuagung, Kamis (24/9/2025).

Kegiatan yang bersumber dari DIPA-066.01.2.403709/2026 tahun anggaran 2026 tersebut, dihadiri langsung oleh Kepala BNNK OKI AKBP Irfan Arsanto S.Sos bersama jajaran tim pencegahan.

Turut hadir dalam pelaksanaan itu antara lain Katim Pencegahan BNNK OKI Masrohaya L. Gaol SKM M.Kes, Penata Layanan Operasional Yessy Tri Anggraini SH, serta staf Mario Septiawan SP.

Evaluasi ini merupakan tindak lanjut dari Program Pelaksanaan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) yang telah berjalan di SMP Negeri 4 Kayuagung.

Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Kayuagung, Nurhayati S.Pd M.Pd.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas pendampingan BNNK OKI dalam mengimplementasikan pendidikan anti narkoba di sekolah.

Selanjutnya, sambutan diberikan oleh Kepala BNNK OKI AKBP Irfan Arsanto. Pada kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya peran satuan pendidikan sebagai garda terdepan dalam pencegahan dini bahaya narkotika.

“Kami berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi benteng bagi anak-anak kita dari bahaya narkoba. Melalui kurikulum anti narkoba ini, siswa dibekali pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk berani menolak narkoba,” ujar Irfan.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara BNNK OKI dengan SMP Negeri 4 Kayuagung sebagai bentuk komitmen bersama dalam pelaksanaan P4GN di lingkungan sekolah.

Memasuki sesi materi, pemaparan pertama disampaikan oleh pihak SMP Negeri 4 Kayuagung tentang pelaksanaan dan implementasi Integrasi kurikulum anti narkoba yang telah diterapkan dalam proses belajar mengajar.

Materi kedua masih dari pihak sekolah yang membahas secara teknis tentang integrasi kurikulum anti narkoba dalam pembelajaran di kelas, mulai dari mata pelajaran hingga kegiatan ekstrakurikuler.

Selanjutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten OKI turut memberikan pemaparan terkait kebijakan dan dukungan dalam implementasi integrasi kurikulum anti narkoba pada satuan pendidikan, guna memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan di seluruh sekolah.

Sebagai materi tambahan, Katim Pencegahan BNNK OKI Masrohaya L. Gaol memaparkan tentang perkembangan masalah narkoba di dunia pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa modus peredaran narkoba saat ini semakin menyasar usia remaja, sehingga kewaspadaan dan edukasi sejak dini menjadi sangat krusial.

Melalui kegiatan evaluasi ini, diharapkan pelaksanaan program IKAN di SMP Negeri 4 Kayuagung dapat berjalan lebih optimal dan menjadi model percontohan bagi sekolah lain di Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam mewujudkan Sekolah Bersih Narkoba (Bersinar). (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda