Barter Sabu dengan Mobil, Bandar Asal Madina Dijemput Polisi Sidimpuan

995
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dwi Prasetyo Wibowo didampingi Kasat Resnarkoba AKP Sammailun Pulungan, Kasat Reskrim AKP Bambang Priyatno, dan Kasi Humas AKP Maria Marpaung pada saat menyampaikan pers rilis pengungkapan kasus narkoba di lapangan apel mapolres setempat.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Kepolisian Resort (Polres) Padangsidimpuan menjemput seorang warga Kabupaten Mandailing (Madina), lantaran diduga keras terlibat tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

“Inisialnya ESB (39), kita amankan di sekitaran rumahnya, di Jalan Mandailing Natal, Desa Muara Soma Kecamatan Batang Natal, Madina,” jelas Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dwi Prasetyo Wibowo pada pers rilis, Rabu (22/6).

Proses penangkapan ESB dilakukan dengan cara distop saat mengendarai mobil sedan yang setelah diinterogasi menyatakan, mobil itu adalah milik inisial ABB alias Pitan (36) yang merupakan penduduk Kota Padangsidimpuan.

“Antara ESB dengan ABB ini, diduga melakukan transaksi sejumlah narkoba jenis sabu dengan cara tukar menukar atau barter dengan 1 unit mobil sedan merk Mitsubishi Lancer, plus uang tunai sebesar Rp 5 juta,” ujar Kapolres.

Disamping itu, pada saat pengembangan terhadap ESB berupa penggeledahan ke kediamannya di Muara Soma, petugas juga menemukan sejumlah narkoba jenis sabu.

Lebih lanjut Kasat Resnarkoba AKP Sammailun Pulungan merinci, penjemputan ESB sendiri dilakukan usai sukses meringkus ABB pada Senin (20/6) sore, dalam kegiatan gerebek kampung narkoba dipimpin Kapolres langsung.

“Pada saat berada di Jalan Alboin Hutabarat, Gang Dame V, Kampung Darek, Kelurahan Wek VI, Padangsidimpuan Selatan, kita melihat keberadaan ABB tersebut,” rincinya.

ABB alias Pitan, sambung Kasat, yang ketika itu sedang berada di salah warung segera dilakukan penangkapan dan diperiksa. Hingga ditemukan uang senilai Rp.1,6 juta, dan bungkusan plastik besar berisi sabu dari jok motor.

Dari hasil interogasi mengenai darimana asal sabu yang didapati di dalam jok sepeda motor milik ABB itu, diakui bahwa barang haram itu merupakan hasil barter mobil sedan milknya dengan salah satu warga Madina (ESB).

Selain mengamankan ABB, dari hasil gerebek kampung narkoba di Kampung Darek tersebut, petugas mendapati enam orang terduga. Dimana setelah dilakukan tes urine hasilnya menunjukkan positif menggunakan narkoba.

Inisial keenamnya masing-masing ASS (30, ER (38), ARD (39), FN (36), PS (50), ditambah AN alias Landong (38) yang tiada lain pemilik warung (lokasi penggerebekan).

“Dari pengungkapan kasus ini, total barang bukti narkoba jenis sabu yang berhasil disita dari tangan ESB dan ABB lebih kurang 10 gram. Berikut 1 unit mobil, 1 unit sepeda motor, dan uang tunai senilai Rp 1,6 juta,” ungkap Kasat.

Selanjutnya pasal yang disangkakan terhadap tersangka ESB dan ABB meliputi Pasal 114 (2) Juntho Pasal 112 (2) Subsider Pasal 132 (1) UU RI No. 35/2009. Ancamannya pidana kurungan penjara 15 tahun hingga seumur hidup.

“Sementara, kepada keenam orang positif menggunakan narkoba akan kita koordinasikan dengan BNNK Tapanuli Selatan, untuk penanganan lebih lanjut,” pungkas Kasat.

Secara khusus, Kapolres Padangsidimpuan menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di Kota Padangsidimpuan. Dalam penindakannya, Kapolres memastikan tidak akan pandang bulu darimana berasal.

“Untuk itu, kepada oknum-oknum dari kalangan manapun diminta segera berhenti main-main dengan narkoba. Jika tidak, kemana pun itu akan kami kejar dan tindak,” tegas Kapolres yang baru menjabat satu bulan lebih tersebut. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda