Bandar Sabu Sekaligus Pelaku Penembakan Warga Desa Terate Ini Tewas di Dor Polda Sumsel

2546

PALEMBANG, BERITAANDA – Sepak terjang Rudi alias Bontet (37) yang tercatat sebagai warga Desa Serdang Menang Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan akhirnya kandas di tangan aparat kepolisian, Rabu (5/2/2020) subuh.

Karena berusaha kabur, bandar narkoba yang dikenal bengis dan memiliki senjata api ini menemui ajalnya, setelah diberi tindakan tegas terukur oleh Tim Unit IV Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel yang menangkapnya.

Dir Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol. Yustan Alfiani saat press release di Mapolda Sumsel, Rabu (5/2/2020) menjelaskan, penangkapan tersangka Bontet sendiri atas tindak lanjut pihak kepolisian dengan perkara Pasal 170 Ayat 3 KUHP/ LPB20/X/2019/Sumsel/Res.OKI/Sek SP Padang.

“Korbannya yakni David yang merupakan warga Desa Terate Kecamatan SP Padang, OKI. Korban ditembak hingga tewas oleh tersangka. Perkaranya sendiri terjadi di Desa Serdang Menang, SP Padang, OKI, pada 12 Oktober 2019 sekitar pukul 17.00 Wib,” kata dia.

Saat itu korban sedang duduk di tepi jalan di atas motor. Lalu datang dua pelaku, tanpa banyak bicara dan langsung menembak korban hingga meninggal dunia di lokasi. Kata dia lagi, Rudi alias Bontet ini menembak David hingga tewas. Sedangkan pelaku lainnya Randi alias Poteh kini masih buron.

Berangkat dari kejadian itu, pihak kepolisian melakukan pengejaran.

“Pelaku Bontet dan Poteh (DPO) yang dikejar Polres OKI dan kita back up. Saat terjadi kejar-kejaran dan pelaku bersenjata api FN, sehingga membahayakan anggota kita, maka kita ambil tindakan tegas terukur,” bebernya.

Perwira dengan tiga melati di pundaknya ini menambahkan, selain itu pelaku juga bandar narkoba, yang dikenal bengis dan sadis.

“Barang bukti kita amankan berupa senpi rakitan jenis FN, 3 butir peluru, 13 paket sabu, 2 buah timbangan digital, alat hisap sabu atau bong dan 3 korek api,” ujarnya.

Dari informasi pihak kepolisian, kasus ini dipicu penjualan sabu oleh tersangka. Bila ada orang yang pesan sabu tidak bayar, maka tidak segan pelaku melakukan penganiayaan.

“Pelaku juga melakukan penganiayaan, ada 4 TKP menyangkut tersangka. Kasus ini sempat heboh dan viral di bulan Oktober 2019. 4 TKP tersebut masing-masing 170 ayat 3 KUHP di TKP SP Padang OKI, 351 di SP Padang OKI, 363 KUHP di Air Sugihan OKI, dan 170 ayat 2 KUHP di Air Sugihan,” pungkasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda