Aroma Tumpukan Sampah di Belakang SDN Buluh Cawang Ganggu Proses Belajar Mengajar

580

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Bau tak sedap yang menyeruak dari tumpukan sampah di samping belakang Sekolah Dasar (SD) Negeri Buluh Cawang, berada tak jauh dari perbatasan antara Desa Bulung Cawang dan Desa Lubuk Dalam Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), diduga telah lama ‘dinikmati’ masyarakat sekitar.

Betapa tidak, lokasi tumpukan sampah dengan aroma busuk yang berada di pinggir jalan, ujung Desa Bulung Cawang ke arah Desa Lubuk Dalam ini, telah lama ada dan tercium oleh masyarakat sekitar maupun yang melintas. Bahkan, aroma sampah tersebut setiap hari bagai ‘pengharum’ bagi SD Negeri Buluh Cawang, tentunya mengusik proses belajar mengajar.

Tak hanya itu, tumpukan sampah tersebut bahkan sempat viral di media sosial Facebook. Permasalahan sampah di belakang SD Negeri Buluh Cawang mencuat dan menjadi perbincangan hangat, setelah dimuat di halaman Lintas Ogan Komering Ilir, Jumat (20/6/2019) kemarin sekira pukul 17.27 Wib.

Dengan dua foto lokasi tumpukan sampah, di laman tersebut tertulis, menumpuknya sampah di belakang SD Negeri Buluh Cawang membuat siswa merasa terganggu oleh aroma busuk sampah yang menyengat, serta masyarakat setempat dan warga yang melintas pun sangat terganggu.

Dalam postingan yang sudah dibagikan sebanyak 26 kali dan berisi 64 komentar dari para netizen itu sedikit menyinggung manfaat dana desa bisa dipergunakan untuk pengelolaan sampah. Adapula komentar yang bersifat positif maupun kecaman negatif terkait tumpukan sampah di belakang SD Negeri Buluh Cawang tersebut.

Sementara itu, salah satu warga Desa Buluh Cawang, Andy Bohay (35), membenarkan adanya tumpukan sampah.

Menurutnya, kondisi tersebut sudah lama terjadi, bahkan bertahun-tahun, berasal dari sampah rumah tangga masyarakat. Namun ia tidak menerka kalau dibuang oleh masyarakat Desa Bulung Cawang, mengingat lokasi berada di pinggir jalan poros desa yang dilalui semua orang.

“Ya benar, kalau lewat di lokasi bau sekali, ini sudah lama terjadi, bahkan bertahun-tahun berasal dari sampah rumah tangga masyarakat. SD Negeri Buluh Cawang berada di jalan poros ujung Desa Buluh Cawang mengarah ke Desa Lubuk Dalam,” ungkapnya seraya mengharapkan agar permasalahan tersebut segera bisa ditanggulangi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Drs H Alamsyah, M.Si ketika diminta tanggapan terkait permasalahan tersebut, Sabtu (22/6/2019) mengatakan, mestinya dana desa dimanfaatkan juga untuk TPA desa. Jadi kita sarankan agar waktu penyusunan giat penggunaan dana desa dimasukkan untuk TPA sampah desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten OKI, Nursula, S.Sos, saat dikonfirmasi mengungkapkan, boleh saja dana desa penggunaannya dimanfaatkan untuk pembangunan TPA desa, asal di waktu penyusunan dimasukkan dan dibahas melalui musyawarah desa.

“Waktu penyusunan dimasukkan dan usulan tersebut terlebih dahulu dibahas dalam musyawarah desa setempat. Tinggal lagi keputusan dari masyarakat itu sendiri, mana terlebih dahulu yang perlu dilaksanakan. Jika semua sepakat, silahkan bangun TPA desa,” pungkasnya singkat. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda