Apresiasi Postingan Rika Sari Hasan, Wahyudi: Patut Ditiru oleh yang Lain

336
Wahyudi Marwan. ST saat jadi keynote speaker di kegiatan sosialisasi perundang-undangan Dinas Sosial tahum 2017 silam.

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Postingan Rika Sari Hasan yang menggunakan akun facebook atas nama Rika laju gale, dan menyatakan pengunduran dirinya sebagai peserta program keluarga harapan (PKH ), mendapat banyak apresiasi positif dari warganet. Tak terkecuali dari politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Wahyudi Maruwan. ST yang juga turut membagikan postingan perempuan asal Pemulutan Barat Ogan Ilir itu.

Dikatakan Wahyudi kepada BERITAANDA melalui pesan WhatsApp, saat ditanyakan mengapa ikut membagikan postingan Rika tersebut kelini masanya. Pria yang juga diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD OI ini menyatakan apa yang dilakukan warga Seribanding itu patut ditiru serta menjadi contoh yang baik bagi peserta PKH lainnya.

“Ini membuktikan bahwa program PKH sangat bermanfaat bagi kelompok penerima manfaat (KPM), contohnya apa yang dialami oleh Ibu Rika. Program berjalan baik dan ekonomi keluarganya turut membaik, dia dengan kesatria mengundurkan diri dari program yang sejak 2013 membantu ekonomi rumah tangganya,” ucap dia, Kamis (28/2/2019).

BACA JUGA : Posting Pengunduran Diri dari Peserta PKH, Warga Pemulutan Barat Ini Tuai Pujian Warganet

Kemudian terkait masih banyaknya peserta KPM yang dinilai tidak tepat sasaran dan adanya kesalahan pendataan KPM terdahulu, dia meminta pihak terkait untuk melakukan perbaikan agar penerima manfaat benar orang yang sesuai fakta di lapangan.

“Program Bapak Presiden Jokowi sudah sangat baik, kemudian juga sudah sangat banyak masyarakat terbantu lantaran adanya program PKH ini. Saya berharap jangan ada oknum pendamping PKH yang bermain – main, dan menjadikan ini sebagai alat politik. Marilah kita dukung program beliau tersebut, dengan bekerja sebagaimana mestinya, dan kepada peserta yang sudah merasa ekonominya sudah lebih baik, apa yang dilakukan Ibu Rika hendaknya bisa ditiru,” tukasnya.

Diketahui sebelumnya, beredar informasi bahwa peserta PKH yang tersebar di Kabupaten Ogan Ilir masih banyak yang dinilai tidak tepat sasaran, dan hingga kini dengan tidak menilai siapa yang salah, fakta di lapangan orang – orang yang dinilai berhak mendapatkan bantuan tersebut malah terabaikan. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda