Warga Mangunjaya Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Sungai

774

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Peristiwa memilukan terjadi di wilayah Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Dimana seorang pria lansia yang menderita penyakit stroke ringan meninggal dunia akibat tenggelam di sungai setempat, Senin (2/12/2019).

Informasi didapat menyebutkan, saat itu Ibrahim Bahtiar (54), warga RT 05 LK III Kelurahan Mangunjaya hendak mandi lalu merangkak menuju sungai, dan awal mula diketahui hilang pada pukul 05.30 Wib oleh keluarganya yang mengantarkan makanan.

“Keluarganya datang mengantarkan sarapan pagi, ternyata korban tidak ada di kamarnya. Setelah dicari oleh keluarganya tersebut, ditemukan 1 helai sarung tergeletak di tempat pemandian pinggir sungai yang diketahui milik korban,” kata Kabid Damkar, Syawal Harahap.

Saat dikonfirmasi melalui seluler, Syawal Harahap mewakili Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten OKI, Aleksander Bustomi juga menjelaskan, atas adanya temuan sarung itulah kemudian keluarganya menyimpulkan bahwa korban tenggelam di sungai, sehingga melakukan pencarian.

“Informasi ini baru kita (Damkar OKI) terima beberapa jam setelah kejadian hilangnya korban. Lalu kami kerahkan personel membantu melakukan pencarian. Kurang lebih 6 jam, akhirnya korban yang diketahui tinggal sendirian ini ditemukan mengapung di sungai Kelurahan Sukadana,” ujar Syawal.

Pada pukul 11.23 Wib, korban ditemukan dengan kondisi telah meninggal dunia oleh warga Sukadana. Lanjut Syawal, dan warga tersebut mendengar adanya informasi orang tenggelam, lalu memberitahukan kepada pihak keluarga korban, sehingga jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.

Sementara itu, Kapolsek Kayuagung AKP Nasharudin melalui Kasubbag Humas Polres OKI IPTU Iryansyah mengatakan, Kanit Reskrim Polsek Kayuagung IPDA Djunaidi beserta anggotanya sudah melaksanakan pengecekan penemuan mayat tenggelam di Sukadana.

“Korban Ibrahim Bahtiar. Mulanya tenggelam di Sungai Komering Kelurahan Mangunjaya. Mayatnya ditemukan mengapung di sungai wilayah Kelurahan Sukadana, dekat tambang atau galian pasir. Lalu langsung dikembalikan ke keluarganya, dan membuat surat pernyataan tidak bersedia di otopsi,” tandas Iryansyah. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda