Ujang Ajukan Sidang Pra Peradilan di PN Kayuagung, Ini Hasilnya

740

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Tak terima ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan dalam dugaan perkara tindak pidana korupsi. Sukarman alias Ujang (44), warga Desa Ulak Jermun Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui penasehat hukumnya ajukan sidang pra peradilan.

Sidang pra peradilan antara pemohon, Sukarman alias Ujang, oknum Kades Ulak Jermun SP Padang, melawan termohon Kepolisian Negara Republik Indonesia, dalam hal ini Kepolisian Resort (Polres) OKI, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, Kamis (30/1/2020) siang.

Dalam sidang yang dimulai sekira 13.40 Wib dengan agenda keputusan hakim tersebut, dihadiri kedua belah pihak, baik dari kuasa hukum pemohon maupun termohon. Dimana persidangan dipimpin Hakim Ketua Firman, SH didampingi panitera pengganti, Abu Bakri, SH.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra melalui Kasubbag Humas AKP Iryansyah saat dikonfirmasi membenarkan terkait adanya sidang pra peradilan yang digelar di PN Kayuagung tersebut.

“Hasil persidangan tadi, keputusan Hakim PN Kayuagung menolak secara keseluruhan permohonan pra peradilan dari pemohon Sukarman, dan membebani biaya perkara yang timbul dari perkara ini sebesar nol rupiah,” ungkap dia.

Diwartakan sebelumnya, setelah melalui proses cukup panjang, akhirnya Sukarman alias Ujang (44), oknum Kepala Desa Ulak Jermun Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan, Selasa (14/1/2020) lalu.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra melalui Kasubbag Humas AKP Iryansyah saat itu menjelaskan, setelah melalui proses yang panjang, Selasa (14/1/2020) sekira pukul 15.45 Wib, Unit Tipidkor Satreskrim Polres Ogan Komering Ilir (OKI) telah melakukan penetapan dan penahanan.

“Tersangka Sukarman alias Ujang (44) ditahan dalam perkara tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang dan jabatan serta penyelenggaraan terhadap beras rastra yang terjadi di Desa Ulak Jermun SP Padang OKI,” ungkap dia, Rabu (15/1/2020).

Karena Jumat (12/7/2019) sekira pukul 01.00 Wib dini hari, dirinya tertangkap tangan oleh personel Polsek SP Padang dan masyarakat Desa Ulak Jermun. Kata dia, saat dilakukan pengoplosan beras rastra dari pemerintah di dalam pabrik penggilingan padi milik Junaidi alias Tagok yang berada di RT 06 Desa Ulak Jermun SP Padang OKI, sehingga menjadi viral di media sosial maupun media online.

“Berdasarkan kejadian tersebut, Unit Tipidkor Satreskrim Polres OKI melakukan penyelidikan dan melakukan koordinasi dengan pihak Inspektorat (APIP), Bulog, Dinas Sosial, dan Kortek RI, sehingga diketahui negara mengalami kerugian Rp239.677.068,” tandas dia.

Barang bukti yang disita dan diamankan, lanjut dia, 56 karung beras masih tersegel belum terbuka, 31 karung beras sudah terbuka tetapi belum dipindahkan, 31 karung sudah kosong, 5 karung sudah dalam karung biasa 50 Kg, 1 karung ukuran 50 Kg berisi beras 10 Kg, 13 karung kosong ukuran 50 Kg dan 1 buah corong beras. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda