Turki Kutuk Keras Aksi Meludahi Alquran di Norwegia

17
Aksi demonstrasi di Norwegia. (DW Photo)

DUNIA, BERITAANDA – Pemerintah Turki mengutuk keras aksi merobek dan meludahi Alquran di Norwegia. Turki meminta agar tindakan seperti itu harusnya bisa dicegah.

Dilansir dari kantor berita Turki, Anadolu Agency, Senin (31/8/2020), pemerintah Turki menilai aksi itu tidak menghormati kitab suci Muslim, Alquran. Aksi itu diorganisir oleh kelompok anti-Islam di Norwegia.

Pada protes anti-Islam hari Sabtu (29/8/2020) di Oslo, ibukota Norwegia yang diadakan oleh kelompok sayap kanan Hentikan Islamisasi Norwegia (SIAN), seorang pengunjuk rasa merobek halaman-halaman Alquran dan meludahinya.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Turki mengatakan mereka mengharapkan tindakan seperti itu dapat dicegah.

Sebagai upaya Turki untuk melanjutkan perjuangannya melawan gerakan fasis dan rasis, kementerian meminta politisi dan otoritas Eropa untuk menanggapi masalah ini dengan serius dan melakukan upaya dalam hal ini.

Kemenlu Turki menyebut, tindakan terhadap kitab suci muslim tersebut telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di negara-negara Skandinavia yang mengklaim mereka memimpin dalam sistem demokrasi, hak asasi manusia dan supremasi hukum.

Sebelumnya, kantor berita NTB melaporkan situasi di Norwegia memuncak ketika seorang wanita anggota SIAN merobek halaman dari Alquran dan meludahinya.

Wanita yang sebelumnya telah didakwa dan dibebaskan atas dakwaan ujaran kebencian itu, mengatakan kepada para pengunjuk rasa, ‘lihat, sekarang saya akan menodai Alquran’.

Sementara itu, pada hari Jumat (28/8/2020), Alquran dibakar oleh pendukung Rasmus Paludan, pemimpin partai sayap kanan Denmark, Stram Kurs (Pengarahan Ketat), di Malmo, Swedia. Rasmus sendiri dilarang mengunjungi Swedia karena dianggap akan menimbulkan masalah. (*)

Sumber: detik.com

Bagaimana Menurut Anda