Terungkap, Gedung SD Disebut Mirip Kandang Kambing Akibat Tangan Jahil

433
Kondisi bangunan SDN 200218 Padangsidimpuan tampak berantakan akibat kerap dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Masyarakat Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, belakangan ini dibuat heboh dengan keberadaan gedung sekolah dasar (SD) negeri, yang disebut-sebut mirip kandang kambing.

Secara kasat mata, peng-analogi-an itu boleh jadi tidak berlebihan jika melihat kondisi sarana dan prasarana SD yang jauh dari kata layak. Tidak ada atap seng, mobiler berantakan, dan banyak daun pintu / jendela dicopot.

Kondisi gedung lembaga pendidikan milik pemerintah ini juga tidak ditampik oleh Alihot Harahap, selaku Kepala SDN 200218, yang terletak di perbukitan seputaran Jalan Mangaraja Maradat, Ujung Padang, Sidimpuan Selatan.

Hanya saja, menurut Alihot Harahap, ketika ditemui awak media ini, Senin (11/10), jauh hari sebelum dia bertugas di sana, apa yang dihadapi ataupun dialaminya tak beda jauh dengan yang dirasakan kepala sekolah sebelumnya.

“Letak sekolah ini berada di tempat sepi, jarang, bahkan tidak pernah dilintasi oleh orang-orang. Situasi ini yang kemudian dimanfaatkan oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab dengan menjahilinya,” cerita Alihot.

Oleh tangan-tangan jahil tersebut, sambung dia, tanpa sedikitpun memikirkan nasib keberlangsungan proses belajar mengajar, satu persatu fasilitas sekolah dipreteli, dirusak, dicuri, bahkan dibuat sebagai tempat maksiat.

“Disebutkan ruang belajar sekolah ini beratapkan langit, memang benar karena memang telah dibongkar oleh pencuri,” tegas Alihot, seraya mengaku baru membuat laporan polisi ke polres setempat terkait kehilangan itu.

Sesuai Surat Tanda Terima Laporan Polisi nomor: STTPL /336/X /SPKT/Polres Padangsidimpuan/Polda Sumut, laporan tentang pasal 363 KUHPidana itu diterima oleh Kanit III SPKT Aiptu Timbul Harahap, pada Sabtu (9/10).

Informasi dihimpun, laporan polisi ini menjadi kali kelima dibuat masing-masing kepala sekolah, sejak tahun 2010. Atau sedari Kota Padangsidimpuan dipimpin Wali Kota Zulkarnain Nasution, Wali Kota Andar Amin Harahap, dan hingga saat ini di masa Wali Kota Irsan Efendi Nasution.

Dalam kurun waktu itu, fasilitas sekolah ini berulangkali dibuat berantakan oleh si tangan jahil. Atap tinggal kayu, plafon triplek dibobol, meja dan kursi dirusak. Dan seusai diperbaiki dan dirapikan, kembali semuanya dirusak lagi.

“Apalagi di saat kita kembali ke sekolah selepas proses belajar dalam jaringan (daring) untuk pembersihan, ada banyak ditemukan alat hisap sabu-sabu (bong) dan alat kontrasepsi bekas,” kata Alihot, mengaku merasa miris.

Untuk tahun pelajaran 2021/2022 sekarang ini, jumlah rombongan belajar SD 200218 ini ada dua. Terdiri dari satu murid kelas VI, dan lima murid kelas V. Jumlah guru hanya dua orang, ditambah satu orang kepala sekolah.

Baru-baru ini, Dinas Pendidikan setempat mengangkat seorang tenaga honorer sebagai penjaga sekolah. Kini keseluruhan murid (enam orang) ditompangkan di SDN terdekat berjarak sekitar 1 kilometer dari sekolah itu.

Kendati setiap tahunnya ada penerimaan murid baru, tapi tak ada orangtua yang mendaftarkan anaknya di sekolah itu. Selama ini muridnya mayoritas dari Panti Sosial Anak milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

“Tetapi semenjak panti yang ada di Jalan Melati (depan makam pahlawan) itu tidak lagi menampung anak usia SD, berakibat pada berkurangnya anak yang bersekolah di sana. Alhasil, jumlah murid menyusut jauh,” ujarnya. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda