Terkait Permasalahan Sistem Zonasi, Puluhan Siswa datangi Kantor DPRD Sergai

251

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Diterapkannya sistem zonasi di Indonesia terkait penerimaan para siswa jika ingin melanjutkan ke jenjang SMA, membuat para orang tua siswa merasa kecewa. Ini terjadi pada puluhan siswa-siswi SMP Negeri 2 Desa Pematang Terang Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), yang mengadukan hal tersebut ke anggota DPRD Segrai, Senin (8/7/2019).

Saat berada di DPRD, salah satu orang tua siswa menanyakan tentang anak mereka yang mendaftar di SMA Negeri 1 Tanjung Beringin berjumlah 110 siswa-siswi, namun tak satupun diterima masuk di sekolah tersebut.

Ia pun kembali menanyakan, sistem seperti apa yang diterapkan oleh SMA itu hingga anak-anak kami tidak bisa diterima.

“Dan jika dipakai sistim zonasi atau jarak sekolah, rumah kami pun dekat ke sekolah tersebut,” kata orang tua siswa itu.

Sementara Damres Pasaribu (40), orang tua siswa lainnya asal Dusun 1 Desa Pematang Terang mengatakan, jarak dari SMP Negeri 2 Pematang Terang dengan SMA Negeri 1 Tanjung Beringin sekitar kurang lebih 3 KM saja.

Hal senada juga dikatakan Posmah br Sianturi, juga warga Dusun 1 Desa Pematang Terang. Kata dia, kalau anak-anak kami tidak diterima di SMA Negeri 1 ini, kemana lagi mau bersekolah.

“Kan wajar kalau anak-anak kami bisa diterima di SMA Negeri 1 Tanjung Beringin, karena masih berdomisili di satu kecamatan,” katanya kepada para awak media dengan wajah kesal.

Sementara perwakilan Komisi D DPRD, Sugiatik, S.Ag dari Fraksi PPP, menyambut kehadiran para orangtua, serta siswa yang ingin menyampaikan aspirasi mereka.

Sugiatik mengatakan, sistim zonasi sekarang sudah jadi pokok persoalan masyarakat di seluruh Indonesia.

“Kita belum bisa memberi penjelasan tentang aturan zonasi. Oleh karena itu, kami akan memanggil perwakilan dari Kacabdis Pendidikan tingkat SMA Sei Rampah, supaya mereka yang akan menjelaskannya. Sebab, peraturan mengenai sistem zonasi ini adalah wewenang Provinsi Sumut,” kata Sugiatik.

Dalam rapat terbuka ini, Kacabdis Sei Rampah mengatakan, penentu diterima tidaknya siswa-siswi tersebut tergantung sistim zonasi dan aplikasi online.

Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tanjung Beringin, Abdul Malik menambahkan, pihak sekolah tidak bisa menerima keseluruhan siswa yang mendaftar, karena tahun ini mencapai 445 siswa. Sementara yang bisa kita terima hanya 216 siswa.

“Kemudian siswa-siswi yang mendaftar dalam kategori tidak mampu sebanyak 95 siswa, yang diterima hanya 44 siswa, itupun sesuai dengan zonasi yang terdekat,” pungkas dia. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda