Soekirman: Investasi Pendidikan Jangan Disamakan dengan Bidang Infrastruktur

240

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman resmikan bangunan SD Negeri 106224 Desa Kerapuh yang direnovasi, dan pencanangan sekolah ramah HAM di Kecamatan Dolok Masihul, Jumat (6/12/2019).

Bupati menjelaskan, investasi di bidang pendidikan jangan disamakan dengan investasi di bidang infrastruktur.

“Kalau infrastruktur satu tahun kita sudah dapat melihat perwujudannya, sedangkan investasi pendidikan membutuhkan waktu yang lama untuk melihat hasilnya, tetapi manfaatnya akan mengubah bangsa ini semakin maju di masa yang akan datang,” kata bupati penuh yakin.

Sekolah SDN 106224 sendiri, kata bupati, telah melewati berbagai macam proses verifikasi untuk menerima dana renovasi dari pemerintah pusat, hingga pada akhirnya hari ini penantian tersebut berakhir baik.

“Tak lupa saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kadis Pendidikan dan jajarannya, kepala sekolah, guru dan seluruh masyarakat yang telah ikut andil dalam memajukan pendidikan,” tegas dia.

“Semoga sekolah ini dapat menjadi lembaga pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai HAM sebagai prinsip-prinsip inti dalam organisasi dan pengelolaan sekolah, dimana nilai atau prinsip HAM menjadi pusat atau ruh dari proses pembelajaran dan pengalaman serta hadir disemua sisi kehidupan sekolah tersebut,” pungkas dia.

Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik pada sambutannya pertama-tama memberikan apresiasi kepada para guru yang telah memberi kontribusi tak terhingga bagi dunia pendidikan Indonesia.

“Saya juga berbangga dengan sekolah ramah HAM yang menerapkan prinsip hak azasi dengan mengormati hak azasi guru, murid dan lingkungan. Dengan menyoroti kondisi HAM di Indonesia saat ini yang agak mengkhawatirkan, dimana hal-hal yang jadi jati diri bangsa, misalnya saling menghargai dan keramahtamahan, cenderung luntur. Untuk itu sangat penting artinya memberi pengertian dan edukasi perihal HAM semenjak dini lewat program sekolah ramah HAM,” jelas dia.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sergai Drs. Jhoni Walker Manik, MM menyampaikan jika pihaknya akan secara serius menjalankan program sekolah ramah HAM, karena manfaat dan dampak dari penerapan program ini akan sangat besar bagi masa depan bangsa yang dibawa oleh para generasi muda.

“Pendidikan HAM ini sangat vital perannya dalam menyiapkan unsur pendidik dan peserta didik dalam menghadapi globalisasi dan perubahan zaman yang sangat cepat, yang sayangnya juga diikuti dengan efek samping yang bisa membahayakan, terutama dalam hal penghargaan dan penegakan hak azasi,” terang dia. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda