TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Yayasan Haji Hasan Pinayungan Pasaribu (YHHP) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Bekerja sama dengan RSUD Sipirok dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Sumatera Utara, YHHP menggelar layanan pengobatan gratis bagi warga Desa Tandihat yang hingga kini masih mengungsi akibat tanah amblas dan retakan tanah yang mengancam permukiman mereka.
Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung pada Jumat (26/12/2025) di Dusun Tangsi, Desa Kebun Marpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Desa Tandihat lama yang dihuni 186 kepala keluarga atau 637 jiwa terpaksa ditinggalkan sejak bencana terjadi. Seluruh aktivitas warga kini terpusat di lokasi pengungsian yang difungsikan sementara sebagai tempat tinggal sekaligus pusat layanan bantuan.
Dalam kegiatan pengobatan gratis ini, tim medis berhasil melayani sebanyak 89 pasien dengan beragam keluhan kesehatan. Mulai dari ISPA, gatal-gatal, hipertensi, hingga penyakit sendi, gangguan kesehatan tersebut banyak muncul akibat kondisi lingkungan pengungsian.
Aksi sosial ini mendapat dukungan penuh dari Pembina YHHP sekaligus Bupati Tapanuli Selatan dua periode (2010–2015 dan 2016–2021), H. Syahrul M. Pasaribu.
Ia menegaskan bahwa kehadiran YHHP merupakan wujud komitmen nyata dalam membantu masyarakat yang tengah berada dalam kondisi sulit.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat korban bencana tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak, terlebih warga telah mengungsi selama sekitar satu bulan,” ujarnya.
RSUD Sipirok sebagai mitra utama menerjunkan tim medis yang dipimpin dr. Muhammad Zuhri Nanda Rizki Lubis MKed (Surg) SpB Subsp. Onk(K). Sebanyak tiga dokter spesialis, tiga dokter umum, serta lima perawat diturunkan untuk memberikan pemeriksaan dan penanganan medis langsung di lokasi.
Dari unsur PAPDI Sumut, hadir dr. Rizky Arini Siregar M.Ked (PD) SpPD K-R, yang memberikan layanan pemeriksaan dan konsultasi penyakit dalam kepada warga pengungsi.
Turut serta pula dr. Achmad Tri Wibowo M.Ked (PD) SpPD, yang selain merupakan dokter spesialis penyakit dalam, juga aktif sebagai pengurus YHHP.
Tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, YHHP juga menyalurkan bantuan bahan makanan yang pada hari itu sebagian langsung dimasak dan dibagikan kepada warga pengungsi.
Bahan gulai yang dibawa terbilang lengkap, mulai dari cabai, bawang, ikan teri rebus dan teri tawar, kentang, kacang tanah, wortel, jipang, hingga tomat, sebagai bentuk perhatian YHHP terhadap kebutuhan pangan warga.
Syahrul menambahkan, kolaborasi antara YHHP, RSUD Sipirok, dan PAPDI Sumut diharapkan dapat menjadi wujud sinergi nyata dalam meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan derajat kesehatan warga Tapsel.
Ia juga menyampaikan harapan besar terhadap upaya pemerintah daerah, khususnya Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, yang saat ini tengah berupaya merelokasi warga ke hunian tetap yang lebih aman.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris RSUD Sipirok Budi Kriyanto, Camat Angkola Selatan Dody Kurniawan, Kepala Desa Tandihat P. Sipahutar, serta ratusan warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian. [Anwar]





























