Semarak HUT ke-81 RI di OKI, Ratusan Penari Kibarkan Selendang dan Bendera Berlogo Bank Sumsel Babel

67

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Sebanyak 410 penari tampil dalam tari massal ‘Harmony Nusantara’ untuk memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (17/8/2026).

Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI sekaligus menjadi panggung keberagaman budaya Indonesia. Ratusan penari membawakan ragam gerak dari sejumlah daerah di Nusantara sebelum akhirnya menyatu dalam Tari Cang-Cang, tarian khas Kayuagung.

Sebanyak 400 pelajar tampil bersama 10 anak berkebutuhan khusus. Keterlibatan seluruh penari membawa pesan tentang kebersamaan, inklusivitas, serta kesempatan yang setara dalam ruang budaya dan perayaan kemerdekaan.

Dalam tari kolosal tersebut, selain mengibarkan bendera merah putih, sebanyak 400 penari yang merupakan siswa SMP dan SMA se-Kecamatan Kayuagung turut membawa 400 selendang berlogo Bank Sumsel Babel dan 32 bendera dengan logo yang sama. Kehadiran atribut tersebut turut menambah semarak pertunjukan.

Tari massal ‘Harmony Nusantara’ dipersembahkan Pemerintah Kabupaten OKI bersama Bank Sumsel Babel. Bupati OKI bertindak sebagai pelindung, sedangkan Ketua TP PKK Kabupaten OKI, Hj. Ike Muchendi, memberikan pembinaan.

“Ini bukan sekadar pertunjukan tari, tetapi ruang bagi anak-anak untuk mengenal keberagaman, belajar kebersamaan, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia. Saya bangga melihat mereka tampil bersama,” ujar Ike.

Ia berharap kegiatan seni dan budaya serupa dapat terus dikembangkan sebagai wadah bagi generasi muda OKI untuk melestarikan budaya sekaligus memperkuat persatuan.

Pertunjukan dibuka dengan ragam tari dari tujuh daerah di Indonesia. Tradisi Batak dari Sumatera Utara ditampilkan melalui gerak manortor dan hentakan yang tegas. Dari Sumatera Barat, tari Minangkabau hadir dengan gerak tangan yang dinamis. Sementara itu, tari Lampung menampilkan karakter gerak yang anggun dan mencerminkan kebersamaan.

Kemudian, tari Bugis dari Sulawesi Selatan memperlihatkan gerak yang kokoh dan berwibawa, merepresentasikan keberanian serta keteguhan. Tradisi Bali hadir dengan gerakan dinamis dan permainan mata yang menjadi ciri khasnya.

Selanjutnya, tari Jawa menampilkan gerak yang halus, terukur, dan mengalir. Tari Sunda dari Jawa Barat melengkapi rangkaian dengan gerakan yang lincah dan ceria. Ragam tradisi tersebut kemudian diarahkan menuju satu titik, yakni Kayuagung sebagai tuan rumah pertunjukan.

Puncak pertunjukan ditandai dengan hadirnya Tari Cang-Cang, tarian khas Kayuagung. Seluruh penari kemudian menyatu dalam satu rangkaian gerak. Tari Cang-Cang menjadi simbol tuan rumah yang merangkul berbagai tradisi Nusantara. Gerakan dari berbagai daerah yang sebelumnya tampil secara terpisah kemudian melebur menjadi satu harmoni.

Pemimpin Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Kayuagung, Ruben Paradisa S, mengatakan dukungan terhadap pertunjukan tersebut merupakan bagian dari komitmen BSB dalam mendukung kegiatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pelestarian budaya dan pemberdayaan generasi muda.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Pertunjukan ‘Harmony Nusantara’ bukan hanya menjadi hiburan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi bentuk ekspresi kebangsaan dan semangat generasi muda dalam mengisi kemerdekaan,” ujar Ruben.

Menurutnya, keterlibatan ratusan pelajar, termasuk anak berkebutuhan khusus, menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui ruang yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk berkarya.

“Kami bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan yang mempertemukan keberagaman budaya Nusantara dalam satu panggung. Semangat kebersamaan, persatuan, dan inklusivitas inilah yang harus terus kita dukung,” katanya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda