Selain Sulap Rutan Jadi Kampung Taubat, Sat Tahti Polres OKI Juga Programkan 1 Tahanan Binaan 1 Alquran

165

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Sat Tahti Polres OKI terkenal dengan inovasi kampung taubat, karena semenjak di bawah pimpinan IPDA Al Hafiz M.SH, satuan ini menyulap ruang tahanan bagi para pelaku kriminal yang diamankan di Mapolres OKI sebagai tempat bertobat.

Selain memberikan bimbingan Islami bagi para pelaku kriminal yang mendekam di tempat tersebut, seperti belajar sholat, mengaji dan lainnya. Sat Tahti Polres OKI juga miliki program memberi 1 Alquran bagi setiap tahanan yang akan dikirim ke Lapas.

“Ya benar. Kita mempunyai program bagi tahanan yang akan dikirim ke Lapas. Setiap orangnya akan diberikan 1 Alquran,” ujar Kapolres OKI AKBP Dili Yanto SIK SH MH melalui Kasat Tahti IPDA Al Hafiz M.SH, Kamis (11/8).

Namun, kata dia lagi, dengan persyaratan tertentu bahwa mereka (tahanan – red) selama belajar mengaji di Sat Tahti telah bisa baca Alquran ataupun yang sudah pernah hatam Alquran selama di tahan di Sat Tahti Polres OKI.

Ketika ditanya tentang dari mana biaya untuk membeli Alquran, dengan raut wajah tersenyum, Kasat Tahti IPDA Al Hafiz M.SH menjawab, kami ada slogan selalu tebar kebaikan. Maka apabila kita ada niat baik, maka akan dipertemukan dengan orang-orang baik dan dermawan.

“Insya Allah tidak akan kekurangan donatur, dan yang kami terima bukan berbentuk dana atau uang. Jadi bagi donatur yang ingin memberi bantuan, kami hanya terima berupa alat ibadah, Alquran ataupun Iqra,” ungkap dia.

Beberapa bulan lalu malah ada salah satu perusahaan perkebunan memberikan 100 Alquran dan alat ibadah lainnya. Lanjut dia, oleh karena itu, kami juga menunggu bagi masyarakat atau instansi serta perusahaan yang akan berkontribusi, silahkan.

“Karena ini adalah untuk kemaslahatan umat dan akan merubah sifat serta cara berpikir tahanan binaan kita yang lebih menekankan iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam kehidupan mereka kedepannya,” tandas dia.

“Kadangkala kami juga menerima donatur dari keluarga tahanan ataupun tahanan itu sendiri. Dan kami juga sering menerima ucapan terimakasih dari keluarga tahanan, karena keluarganya selama di tahan di Sat Tahti sudah bisa sholat dan mengaji,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda