Saat TNI-Polri Hambat Laju Penyebaran Covid-19, DPRD Sidimpuan ‘Melesat’ ke Luar Daerah

1186
Dandim 0212/Tapsel Letkol Inf. Rooy Chandra Sihombing bersama Kapolres Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini ingatkan warga akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Keseriusan aparat TNI-Polri menghambat laju penyebaran Covid-19 di Kota Padangsidimpuan, sepertinya tak begitu disikapi secara arif dan bijak oleh pihak legislatif kota setempat.

Kondisi tersebut tercermin dari kepergian sejumlah wakil rakyat melakukan tugas ke luar daerah, atau tepatnya ke Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Hal ini terungkap dari pernyataan Kasubbag Hukum Sekretariat DPRD kota.

“Anggota dewan kita sedang tidak ada di tempat, karena sedang perjalanan dinas ke Sumbar,” jawab Kasubbag, di saat menyahuti aspirasi Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) di depan kantor DPRD, Kamis (29/4).

Kedatangan massa aksi yang mengatasnamakan Satma AMPI itu ingin mendengar langsung penjelasan Ketua DPRD ataupun unsur pimpinan lainnya, terkait gonjang-ganjing dugaan adanya praktik suap di tubuh DPRD itu.

Informasi ke luar daerah ini yang seakan memberi sinyal, bahwa DPRD Padangsidimpuan tak begitu respect dalam berperan serta, ikut menekan sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Padangsidimpuan.

Peran yang justru berbanding terbalik dengan langkah yang dilakukan pihak TNI-Polri. Dimana pada hari serta waktu yang hampir bersamaan, melaksanakan kegiatan bersama mengedukasi warga akan ancaman Covid-19.

Tidak main-main, kedua pimpinan tinggi TNI-Polri di Kota Padangsidimpuan, yakni Dandim 0212/Tapsel Letkol Inf. Rooy Chandra Sihombing dan Kapolres Sidimpuan AKBP Juliani Prihartini turun tangan langsung pimpin pasukan.

Dibantu personel gabungan lainnya, keduanya menyetop setiap pengendara yang tidak mengenakan masker saat melintas di pertigaan Jalan Jenderal Sudirman, di depan Tugu Salak. Dimana titik lokasi kegiatan dipusatkan.

“Operasi semacam ini akan kembali kita gencarkan. Ini mengingat menurunnya kesadaran masyarakat, bahwa protokol kesehatan (prokes) masih harus diterapkan di dalam menghadapi ancaman Covid-19,” kata Kapolres.

Senada dengan Kapolres, Dandim Letkol Inf. Rooy juga mengingatkan masyarakat tidak anggap enteng bahaya Covid-19. Apalagi, katanya, sesuai rilis yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan setempat, terjadi lonjakan kasus.

“Kasus konfirmasi Covid-19 di Padangsidimpuan per hari ini mencapai 34 kasus, kemudian 18 orang dinyatakan telah meninggal dunia. Jadi, jangan sekali-kali berpikiran kalau Covid-19 itu tidak ada,” katanya mengingatkan.

Ia bahkan menggambarkan Covid-19 seperti hantu yang tak terlihat, saat kita abai dan lengah akan menjangkiti. “Ayo sama-sama patuhi prokes. Tanpa adanya dukungan semua pihak, mustahil virus itu tidak menyebar,” ajaknya. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda