Polres Nias Berhasil Ungkap Pelaku Pembunuhan Ama Fita

204

NIAS-SUMUT, BERITAANDA – Kepolisian Resort (Polres) Nias berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Bazaro Buaya alias Ama Fita yang ditemukan di sebuah kolam di Dusun I Desa Tulumbaho Kecamatan Gido Kabupaten Nias pada hari Selasa (24/3/2020) lalu.

Berdasarkan keterangan Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan,S.IK, MH pada saat konferensi pers di Mapolres Nias menjelaskan, pelaku berinisial RW (29) asal Dusun I DesaTulumbaho Salo’o Kecamatan Gido Kabupaten Nias yang menyerahkan diri ke Polsek Gido melalui Kanit Reskrim Polsek Gido Bripka Listono.

“Pelaku didampingi oleh Kepala DesaTulumbaho Salo’o dan keluarga menyerahkan diri ke Polsek Gido melalui Kanit Reskrim Polsek Gido di Warung Mbak Sri,” ungkapnya, Senin (30/3/2020).

Kapolres memaparkan, kejadian berawal pada hari Ahad (22/3/2020) ketika tersangka yang dalam keadaan mabuk mendatangi warung Ama Febe. Dan pada saat di dalam warung, terjadi cekcok mulut antara tersangka dengan dan korban.

“Beberapa menit kemudian, Ama Fita meminta bantuan saksi untuk mengantarnya pulang, dan saksi mengantar korban dengan menggunakan sepeda motornya sampai ke ujung Jalan Tulombaho. Pelaku yang sudah mabuk, mengikuti korban dengan menggunakan sepeda motornya sendiri. Dan ketika melihat korban sendirian berjalan kaki, pelaku mendekati dan langsung menusuk ke arah perut dan dada korban dengan pisau yang diselipkan di pinggangnya,” terang dia.

Selanjutnya, melihat korban yang tidak bergerak lagi, tersangka mengangkat jasad korban dan memindahakan ke dekat parit pinggir persawahan yang jaraknya sekitar 6 meter dari TKP. Dan setelah itu, tersangka pulang ke rumahnya dengan sepeda motornya sendiri dengan tetap membawa pisaunya.

“Keesokan harinya, Senin (23/3/2020), pelaku kembali ke lokasi tempat dia tinggalkan jasad korban. Kemudian memindahkan jasad korban tersebut di sebuah kolam di persawahan, dan menutupinya dengan sebatang kayu besar supaya tidak diketahui warga, serta pisau yang digunakan untuk menikam korban juga dia buang disekitaran kolam tersebut,” paparnya.

Deni memaparkan, barang bukti yang diamankan berupa 1 unit sepeda motor milik tersangka, pakaian tersangka, pakaian korban. Sementara untuk barang bukti berupa sebilah pisau yang dipergunakan tersangka dalam daftar pencarian barang bukti.

“Karena perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 340 Subs Pasal 338 dari KUHPidana, dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun atau 15 tahun,” ungkapnya. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda