Polisi Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan IRT Bermotif Dendam

148

MUARA ENIM, BERITAANDA – Polres Muara Enim dalam hitungan hari berhasil ungkap kasus pembunuhan Eliana Binti Cimad, (47) seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Dusun I Desa Hidup Baru Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim dengan motif dendam, Sabtu (28/3/2020).

Pelaku pembunuhan tersebut adalah Romanto bin Burhanudin (26) yang berporfesi sebagai buruh tinggal di Talang Gerandong Desa Padang Bindu Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim.

Kapolres Muara Enim AKBP Doni Eka Syaputra SH, SIK, MM melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Satya Arian, SH mengatakan, krnologis kejadian pada hari Sabtu (21/3/2020) lalu sekira pukul 05.00 Wib, pelaku bersama dengan temannya SN (DPO) dan AJ (DPO), berkumpul di rumah AJ untuk merencanakan pembunuhan terhadap Andi selaku suami korban.

Kemudian sekira pukul 07.30 Wib, tersangka berangkat bersama dengan SN dan AJ menuju ke rumah korban dengan berjalan kaki yang jaraknya lebih kurang 100 meter, melintasi belakang rumah korban.

Setelah sampai di belakang rumah korban, pelaku menunggu target Andi keluar dari rumah, tetapi tidak keluar-keluar. Namun yang keluar justru istri Andi, dan langsung melemparkan batu ke arah pelaku sambil berteriak maling.

Lalu, tersangka justru menendang kaki korban, sehingga terjatuh. Selanjutnya, tersangka meminta bantuan SN dengan AJ untuk mengikat tangan dan kaki korban dengan menggunakan tali. Setelah terikat, tersangka mengambil baju yang ada dijemuran untuk membekap mulut korban.

“Selanjutnya menyayat dagu korban, urat nadi sebelah kanan, urat nadi sebelah kiri dengan sebilah pisau, tetapi korban masih bernafas, sehingga tersangka langsung menggorok leher korban hingga meninggal dunia,” kata dia.

Kemudian tersangka masuk ke dalam rumah korban melalui pintu belakang untuk mengambil sepeda motor Honda Beat BG 6163 DAJ dengan cara memotong kabel kunci kontak, sedangkan SN dan AJ juga masuk ke dalam rumah. Selanjutnya tersangka menggunakan sepeda motor korban menuju ke arah Talang Gerandong untuk melarikan diri.

Kasat Reskrim usai mendapat informasi bahwa pelaku berada di daerah Talang Gerandong, kemudian memerintahkan Tim Rajawali yang dipimpin langsung oleh IPDA Guntur Iswahyudi, SH untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku Romanto.

“Pelaku melanggar pasal 340 KUHP atau 338 atau 365 ayat 4 KUHP dengan ancaman hukuman hukuman mati atau seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara,” pungkas dia. (Angga)

Bagaimana Menurut Anda