Polda Lampung Tangkap 4 Tersangka Bajing Loncat

6

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Polda Lampung menangkap empat (4) tersangka pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan atau bajing loncat yang terjadi di Jalan Teluk Ambon, Panjang, Bandar Lampung, Senin (9/5) kemarin.

“Keempat tersangka yang ditangkap berinisial A, FA, H dan MA,” kata Wadirkrimum AKBP Hamid Andri Soemantri didampingi Kasubbid Penmas Bihumas Polda Lampung AKBP Rahmad Hidayat di Bandar Lampung, Rabu (11/5).

Dia melanjutkan, 4 tersangka ditangkap lantaran melakukan aksi bajing loncat terhadap kendaraan truk bernomor polisi BE 9509 BJ yang membawa kacang kedelai. Aksi tersebut menjadi viral di media sosial.

Aksi bajing loncat tersebut dilakukan bersama lima (5) orang tersangka yaitu masing-masing berinisial MA, H, FA, A dan J dengan cara ketiga pelaku inisial MA, H dan FA berboncengan menggunakan satu unit sepeda motor merk Yamaha Mio milik tersangka A, yang dikendarai oleh tersangka FA mengejar mobil dump truk yang bermuatan kacang kedelai.

Lalu tersangka MA dan H turun dari motor langsung naik ke atas bak dump truk, lalu mengambil barang muatan dari atas mobil tersebut yang berupa kacang kedelai dengan dimasukan ke dalam karung kosong yang sudah disiapkan oleh para tersangka.

“5 dari 4 orang tersangka yang melakukan aksi yang saat ini ditahan dalam proses penyidikan berinisial MA, H, FA, dan A. Sedangkan J (DPO) dan hasil penyidikan dari empat tersangka barang curian dijual kepada pelaku penadah hasil kejahatan pencurian kacang kedelai inisial O (DPO), dengan harga Rp 1,3 juta,” terang Wadirkrimum.

Hamid menambahkan, dari hasil barang yang dijual sebesar Rp1,3 juta tersebut, masing-masing pelaku mendapatkan bagian sebesar Rp 250 ribu. Uang hasil curian tersebut kemudian dipergunakan para pelaku untuk kebutuhan makan sehari-hari.

“Atas kejadian tersebut, keempat tersangka antara lain A dan FA dikenakan Pasal 363 Ayat (2) KUHPidana dan tersangka MA dan H yang masih di bawah umur Pasal 363 Ayat (2) KUHPidana juncto UU RI No.11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak dengan ancaman hukuman penjara selama 9 tahun,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada para pengemudi kendaraan yang mengangkut barang agar dapat menjaga barang bawaannya. Selain itu juga, pengemudi kendaraan dapat beristirahat terlebih dahulu ketika waktu telah larut malam.

“Ketika sudah malam lebih baik istirahat dulu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah paginya, baru pengemudi bisa melanjutkan perjalannya kembali,” katanya.

“Kemudian juga, para sopir atau pelaku usaha yang merasa dirugikan akibat bajing loncat agar melapor kepada pihak kepolisian, tidak usah takut dengan para pelaku kejahatan,” pungkasnya. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda