Pemkab Tapsel Selenggarakan Festival Seni Budaya Antar Pelajar

799

TAPSEl-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul M. Pasaribu membuka pelaksanaan festival seni budaya antar pelajar se-Kabupaten Tapsel, Senin (11/11/2019), di lapangan Sepakbola SMP N 1 Angkola Timur.

“Apresiasi dan penghargaan kepada Dinas Pendidikan dan pihak yang telah menginisiasi kolaborasi seni budaya ini,” kata bupati, yang ketibaannya bersama rombongan disambut Camat Angkola Timur, Ketua Forkala, dan tokoh adat, juga penyematan ulos dan tarian Tortor.

Dikatakannya, kegiatan tersebut hampir spesifik kepesertaannya dari kalangan pelajar. Untuk itu, pada kurun waktu di tahun 2030 sampai 2040 dunia telah mengakui bahwa Indonesia akan terjadi bonus demografi.

Bonus demografi dimaksud, yakni usia produktif manusia yang nantinya akan berada pada kisaran 70% di tahun 2030 sampai 2040. Bahkan, pada tahun 2045 atau 100 tahun merdeka, Indonesia pun mengalami 81% demografi (konfigurasi penduduk usia produktif).

“Oleh karena itu, harus ada perubahan paradigma, tata kelola berpikir, dan attitude lingkungan membangun anak-anak kita. Mendesain mereka menjadi lebih baik, agar mampu tampil sebagai pemimpin tanpa harus menghilangkan identitas dirinya,” tutur bupati.

Itu semua, kata bupati lagi, harus jadi bahan renungan bagi Dinas Pendidikan dan juga para guru agar mempunyai kualitas SDM yang mumpuni. Jika hal itu tidak dimiliki, maka akan berpotensi menjadi beban pembangunan.

“Kegiatan ini diharap mampu menjaring minat seni bakat siswa-siswi, sehingga seni budaya bangsa dapat terjaga serta terpelihara. Mempertahankan budaya bangsa, kelak membuat mereka mampu bersaing dengan bangsa lain, namun tetap menjadi orang Indonesia, Tapanuli Selatan utamanya,” tandas Syahrul.

Sebelumnya, Kadis Pendidikan Amros Karangmatua menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuh kembangkan dan melestarikan nilai-nilai seni budaya dan kearifan lokal bagi generasi muda, khususnya para pelajar.

“Tema acara ini ‘Tapanuli Selatan sehat, cerdas dan sejahtera, menciptakan SDM unggul menuju Indonesia maju’. Digelar selama 4 hari (11-14 November 2019) dengan diikuti siswa-siswi SD dan SMP se-Kabupaten Tapsel,” jelas Amros.

Untuk jenis perlombaan, menurut dia, antara lain tari Tortor tingkat SMP oleh Dinas Pendidikan, lomba Makkobar dan berbalas pantun oleh Forkala, kemudian lomba lagu daerah Tapsel dan tari kreasi oleh Dewan Kesenian Daerah Tapsel.

Pembukaan festival ini turut dihadiri anggota DPRD Tapsel Dolly Putra P. Pasaribu, Kepala Bappeda Abadi Siregar, Kaban Kesbangpol Hamdy S Pulungan, Kadis PP dan PA Tiorisma Damayanti, Kadis Ketapang Efrida Yanti Pakpahan, Kadis Perikanan Lely Anita Lubis.

Hadir pula Ketua TP. PKK Tapsel Syaufia Lina Syahrul M. Pasaribu, Ketua MUI, Camat Angkola Timur Farwis Rizky, forkopimcam, Ketua Forkala, Ketua Dewan Kesenian, toga, tomas, tokoh adat, Kepdes/Lurah se-Angkola Timur, kepala sekolah dan guru, serta para pelajar SD dan SMP. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda