Panwaslucam Kota Gunungsitoli Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilu

170

GUNUNGSITOLI-SUMUT, BERITAANDA – Panitia Pengawasan Pemilihan Umum Kecamatan (Panwaslucam) Kota Gunungsitoli gelar sosialisasi pengawasan partisipatif pemilu, dalam rangka pelaksanaan pengawasan tahapan pemilihan Walikota dan Wakil Gunungsitoli tahun 2020, bertempat di Gedung Eho Museum Pusaka Nias Jalan Yossudarso Kelurahan Saombo Kota Gunungsitoli, Sabtu (8/8/2020).

Ketua Panwaslucam Kota Gunungsitoli Donni Natalius Zendrato A.Md didampingi anggota, Herdin Hironimus Zebua dan Mas’ud SE, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya peran serta warga dalam mengawasi tahapan pilkada di Kota Gunungsitoli.

“Pemilihan Walikota dan Wakil Gunungsitoli akan digelar pada tanggal 9 Desember 2020, dan saat ini KPU sedang melaksanakan tahapan pemutakhiran data pemilih. Kita berharap kepada bapak, ibu, saudara-saudara untuk turut serta mengawasi setiap tahapan dan juga mensosialisasikan kepada keluarga, teman dan tetangga tentang penting peran serta masyarakat dalam mengawasi tahapan pilkada di Kota Gunungsitoli demi terciptanya pemilu yang berkualitas,” imbaunya.

Martinus Gea sebagai narasumber dalam materinya memaparkan beberapa potensi masalah yang bisa terjadi selama tahapan pemutakhiran data, diantaranya Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) tidak melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) dengan benar, tidak mendata atau memperbaiki data pemilih yang sudah meninggal, daftar ganda, pindah domisili, TNI-Polri, tidak memiliki KTP elektronik dan pemilih pemula.

Selanjutnya, PPDP dan PPS tidak mengumumkan daftar pemilih sementara (DPS) di tempat umum, tidak menindaklanjuti temuan dan laporan Pengawas Kelurahan Desa(PKD), serta pada saat pencoklitan PPDP tidak mengikuti protokoler kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

“Demi terciptanya pemilu yang berkualitas, diharapkan masyarakat dapat pro aktif dalam setiap tahapan pilkada yang sedang berlangsung dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas PPDP dan PPS, serta menyampaikan dan melaporkan setiap bentuk pelanggaran pilkada kepada Pengawas Kelurahan dan Desa, Panwascam dan Bawaslu Kota,” tegas Mantan Ketua Pawaslu Kota Gunungsitoli ini.

Pantauan di lapangan, kegiatan sosialisasi yang diikuti sekitar 20 peserta terdiri perwakilan dari masyarakat, mahasiswa dan pemilih pemula ini tetap mengikuti protokoler kesehatan, yaitu menggunakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan sebelum memasuki gedung. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda