Longsor Citra Land, Ini Analisa Akademisi UBL

19

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Bandar Lampung (UBL) Dr. Ir. Hery Riyanto, MT dan Ir. Tjetjeng Sofjan, S. MM MT yang tergabung dalam Tim Ahli Bangunan Gedung (TAGB) Kotamadya Bandar Lampung melakukan analisa pada peristiwa tanah longsor yang terjadi Selasa [26/1] lalu di Perumahan Citra Land Bandar Lampung.

Memasuki musim hujan di bulan Desember-Januari, beberapa daerah memungkinkan dilanda banjir dan longsor. Banjir dan longsor tidak terjadi begitu saja, tapi didukung oleh berbagai sebab.

Dari hasil kunjungan yang juga dilakukan bersama Kepala Disperkim Bandar Lampung, beserta staf serta pertemuan dengan tim teknis dari Citra Land, diperoleh data dan hasil analisa.

“Dari hasil analisa kami, penyebab peristiwa longsor di Citra Land tidak hanya dikarenakan faktor hujan saja, tetapi terdapat beberapa faktor lain yaitu teknik penimbunan tanah tidak melalui kajian dan kaidah teknis, kemiringan timbunan tidak memperhitungkan kestabilan lereng, serta pengaman timbunan yang dibuat juga tidak mencapai tanah asli,” papar Hery Riyanto ketika dihubungi secara daring, Kamis (28/1).

Hery juga menjelaskan, pada teknik penimbunan tanah di sekitar rumah longsor tersebut ditemukan bahwa antara pertemuan tanah asli dan timbunan tersebut tidak dibuat bertingkat, dimana hal ini menjadi bidang gelincir yang akan menimbulkan pergerakan tanah (longsor) jika air tanah meningkat karena hujan.

Lalu sudut kemiringan lereng seharusnya dihitung dengan menggunakan data kohesi tanah, serta adanya pengaman timbunan yang dibuat tidak mencapai tanah asli, sehingga pada saat longsor semua struktur penahan timbunan ikut terbawa longsor.

Selain itu, kunjungan tersebut juga menghasilkan data terkait peristiwa longsor yakni terdapat dua unit bangunan dua lantai yang runtuh terbawa longsor di Perumahan Citra Land Klaster Da Vinci Blok A9 No.7 dan 8.

Longsor bangunan terjadi pada Selasa (26/1) pukul 11.00 Wib, yang didahului oleh longsornya jalan depan rumah yang terjadi pada pukul 09.00 Wib di hari yang sama. Kedua bangunan dan jalan tersebut berdiri di atas tanah timbunan pada lereng yang mempunyai kemiringan yang curam.

Tak hanya melakukan analisa, TAGB Kotamadya Bandar Lampung juga memberikan rekomendasi penanganan dan pencegahan peristiwa longsor berulang.

“Beberapa rekomendasi pencegahan yang kami berikan yaitu, pertama perlu sekali dilakukan analisa untuk bangunan lain di sekitar tanah longsor dan daerah lain pada Perumahan Citra Land yang bangunannya berdiri diatas tanah timbunan, mengenai daya dukung tanah. Lalu kedua, dapat diberikan perkuatan pada bangunan sekitar longsor dan daerah lain yang rawan longsor melalui kajian teknis. Dan tentu saja yang terakhir tidak lagi dibangun perumahan pada lokasi longsor dan daerah lain yang rawan longsor,” pungkas Hery. [Katrine]

Bagaimana Menurut Anda