Kaji dan Terap Ilmu, PMD Sekadau Boyong Aktivis Bumdes Studi di Jawa

469

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Guna menambah wawasan dan menggalang ilmu dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMD) memboyong direktur dan bendahara Bumdes di Sekadau ke Jawa Tegah dan Jogjakarta.

Para pengelola Bumdes dan pemerintahan desa di Kabupaten Sekadau itu difasilitasi Dinas PMD Sekadau mengadakan kegiatan kaji terap ilmu guna meningkatkan kapasitas pengelolaan Bumdes dengan melakukan studi banding ke Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah dan Desa Karangrejek Gunung Kidul Jogjakarta, 19 sampai dengan 22 Juni 2019.

Dalam kegiatan ini, selain dihadiri Kepala Dinas PMD, juga turut serta Bupati Sekadau Rupinus.

Kepala Dinas PMD Sekadau Bayu Dwiharsono menjelaskan, target yang diinginkan pihaknya kepada pengelola Bumdes di Kabupaten Sekadau adalah sebagai kekuatan ekonomi desa. “Sesuai amanat UU desa,” kata Bayu via WhatsApp kepada BERITAANDA, Kamis (20/6/2019).

Diakui dia, Bumdes di Kabupaten Sekadau masih sangat baru, bahkan masih dalam hitungan bulan jika dihitung dari usia terbentuknya Bumdes. Untuk Itu kedepan, Bayu sangat berharap Bumdes bisa menjadi kekuatan perekonomian di tingkat desa.

“Oleh sebab itu kita belajar ke Bumdes – Bumdes yang maju di Jawa,” tukasnya.

Dipilihnya Desa Ponggok Kabupaten Klaten Jawa Tengah dikarenakan di desa tersebut merupakan salah satu Bumdes terbaik di Indonesia.

“Di Ponggok, omset Bumdesnya pertahun mencapai Rp16 miliar,” kata Bayu.

Bayu menjelaskan, aktivis Bumdes dalam kegiatan ini belajar, dan ilmu yang diperoleh diminta dapat diterapkan di Bumdes desa masing-masing.

Selain itu, Bayu juga menceritakan, pengelola Bumdes di Sekadau juga melaksanakan studi di Desa Karangrejek Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunung Kidul, yang semula berangkat dari nol dan sekarang dapat memenuhi kebutuhan desa, serta membuka banyak lapangan pekerjaan untuk masyarakat. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda