Jenazah Suspek Covid-19 Tertahan, Dimakamkan Usai Mediasi

209

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Jenazah salah seorang pasien suspek Covid-19 yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruangan isolasi RSUD Padangsidimpuan tertahan, Senin (31/8/2020) malam.

Tertahan, karena warga Kelurahan Silandit dan Desa Aek Bayur Kecamatan Sidimpuan Selatan menolak jenazah perempuan berinisial ZL (51) itu dimakamkan di dekat pemukiman mereka. Aksi penolakan diutarakan melalui pemblokadean akses menuju lokasi pekuburan khusus.

Warga berkerumun di tengah jalan menuju lokasi sejak sore hingga malam hari, begitu mendapat informasi akan adanya pemakaman pasien suspek Covid-19 meninggal. Selain membentangkan spanduk penolakan, kelompok warga ini membakar ban bekas di tengah badan jalan.

Mendapat kabar ada aksi, persisnya sekira pukul 20.00 Wib, Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution bersama Kapolres AKBP Juliani Prihartini dan Dandim 0212/TS Letkol Inf. Rooy Chandra Sihombing datang ke lokasi, dan berdialog dengan sejumlah perwakilan warga.

Perwakilan warga tersebut mengemukakan apa-apa saja poin keberatan mereka, mengapa jenazah pasien terkait Covid-19 tidak boleh dimakamkan di lokasi aset Pemkot Padangsidimpuan itu. Termasuk di dalamnya, lokasi yang mereka nilai terlalu dekat dengan pemukiman warga.

Tidak adanya pengamanan menuju lokasi pekuburan itu merupakan pertanyaan berikutnya. Ditambah lagi, pasca penguburan pasien-pasien Covid-19 sebelumnya, ungkap mereka, ada banyak ditemukan alat pelindung diri (APD) berceceran seolah ditinggalkan di lokasi pekuburan.

Mereka juga mempertanyakan, sosialisasi tentang lokasi pemakaman itu dilakukan setelah ada protes dari warga. Juga, kenapa lokasi pemakaman harus di daerah mereka serta apakah petugas dan kendaraan yang dipakai untuk pemakaman bersih dan terjamin dari paparan Covid-19.

Menjawab itu, terkait lokasi pekuburan, menurut Walikota Irsan Efendi Nasution, luas lahan mencapai 3,2 hektare sehingga meminta warga agar sama-sama menentukan titik terjauh untuk digali sebagai liang kubur persiapan.

“Namun untuk malam ini mohon kiranya, izinkan jenazah saudari kita yang sudah berada di dalam ambulance kita makamkan. Besok, liang kubur persiapan kita pindah ke titik paling jauh. Bapak / ibu silahkan tentukan,” ajaknya.

Soal ketiadaan pengaman lokasi, portal segera dipasang di pintu masuk. Terkait APD, Irsan mengajak warga dan pihak kepolisian mengusut tuntas keberadaan APD yang disebut-sebut ditemukan oleh oknum yang melakukan investigasi ke lokasi, usai penguburan suspek kedua.

“Persoalan ini harus diusut tuntas. Jikalau Gugus Tugas yang bertindak ceroboh, akan saya tindak tegas. Namun jika ternyata ada oknum ataupun kelompok tertentu yang secara sengaja menabur APD bekas itu, saya meminta Kapolres menindaknya,” ungkap Walikota Irsan.

Selanjutnya, tentang sosialisasi pemakaman, kata Irsan, tidak ada keterlambatan. Karena jauh sebelumnya, hal ini atau pada bulan Maret kemarin sudah banyak terekspos ke publik lewat media. “Kehadiran kami di sini pun bagian dari menuntaskan sosialisasi tersebut,” ungkap dia.

Persoalan lokasi ini ditetapkan sebagai lokasi pekuburan, ujar walikota, itu sudah melalui pertimbangan, penelitian, dan rapat Tim Gugus Tugas. Mengingat pula, lokasi itu aset Pemkot Padangsidimpuan dan peruntukannya sejak awal diadakan adalah untuk menjadi lahan pekuburan.

“Mengenai petugas pengaman dan kendaraan, itu selalu disterilkan. Mulai dari rumah sakit pada saat membawa jenazah, pemakaman, dan setibanya di tempat karantina. Termasuk pakaian yang dipakai juga dibakar,” jelas dia.

Usai memperoleh jawaban, warga akhirnya menyetujui pemakaman jenazah pasien suspek Covid-19 dilakukan. Para perwakilan menyampaikan keputusan rapat kepada warga masing-masing. Hanya saja, mereka minta supaya walikota dan forkopimda agendakan pertemuan berikut.

Untuk diketahui, pasien ZL, warga Kecamatan Sidimpuan Batunadua ini meninggal dunia, Senin (31/8/2020) sore. “Sebelumnya, akibat penyakit diderita ZL sempat dirawat di salah satu RS swasta di kota ini,” ungkap Plt. Direktur RSUD Padangsidimpuan, Sopian Subri, melalui telepon.

Pada Ahad (30/8/2020) sore, pasien ZL dirujuk ke RSUD Padangsidimpuan yang merupakan rumah sakit rujukan nasional Covid-19. Setelah diobservasi, diagnosa dokter menemukan tanda-tanda penyakit mirip gejala Covid-19.

“Usai keluarga membuat surat pernyataan persetujuan, maka pasien diambil sampel swab dan dirawat di ruang isolasi. Akan tetapi, selang waktu 24 jam diisolasi, beliau menghembuskan napas terakhir,” jelas Sopian. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda