Jalan Lintas di Sergai Seperti Kubangan Kerbau, Kritikan Pedas Datang dari Anggota DPRD Sumut

317

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Kondisi jalan lintas Kecamatan Sei Rampah dengan Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) sepanjang lebih kurang 6 Km, kondisinya seperti kubangan kerbau. Karena sudah hampir 4 tahun jalan tersebut tidak pernah ada perbaikan.

Sepanjang badan jalan tersebut dipenuhi dengan lobang dan air apabila hujan turun. Para masyarakat pengguna jalan yang melintasi jalan itu pun merasa terganggu, dan pelajar juga merasa kesulitan bila melintasi jalan tersebut.

Bahkan, jalan itu sudah ditingkatkan dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi, sehingga kini menjadi tanggung jawab bagi Pemerintah Provinsi Sumut untuk mengalokasikan anggarannya.

“Dimasa Erry Nuradi menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), telah dilakukan perbaikan sepanjang 8 Km. Nah, saat ini Gubsu dijabat oleh Edi Rahmayadi, malah belum ada tersentuh perbaikan. Bahkan terkesan kurang peduli dengan penderitaan masyarakat di Sergai ini,” ungkap Ketua Front Komunikasi Indonesia Satu (FKI 1) Kabupaten Sergai, M.Nur Bawean, Senin (26/8/2019).

Dia juga mengatakan, seharusnya gubsu sekarang ini dapat lebih memperhatikan keluhan para masyarakat.

Ia berharap gubsu dan Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumut mencoba jalan itu, jangan hanya melintas di jalan yang sudah bagus saja.

Di tempat yang berbeda, anggota DPRD Sumut terpilih periode 2019-2024 Ir.Loso Mena saat diminta tanggapan terhadap kondisi jalan itu, secara tegas ia berharap gubsu dapat melakukan perbaikan kondisi jalan tersebut dengan mengalokasikan anggarannya. Jangan biarkan masyarakat bawah mengeluh karena keadaan jalan tersebut.

“Saya yakin gubsu saat ini punya kepedulian dengan penderitaan masyarakat kalangan bawah, baik itu petani yang mengalami kesulitan membawa hasil pertanian, masyarakat setiap hari mengalami resah gelisah karena onderdil kendaraan mengalami rusak, bahkan mengganggu aktivitas setiap hari,” kata dia.

Nah, jika penderitaan masyarakat kalangan bawah ini tidak diperdulikan oleh Pemerintah Provinsi Sumut, ini sudah keterlaluan sekali. Dan sebaiknya Gubsu Edi Rahmayadi mundur saja dari kursi empuk yang didudukinya saat ini, sebab tidak sesuai dengan janji menjadikan Sumut bermartabat.

“Mana mungkin Sumut menjadi bermartabat jika jalan lintasnya yang sehari-hari untuk peningkatan ekonomi saja kopak-kapik begitu. Saya turut bertanggung jawab atas terpilih Edi Rahmayadi sebagai Gubernur Sumut, tapi sangat disayangkan setelah beliau menjabat saya sangat kecewa melihat kinerjanya. Ya, jauh dari yang diharapan masyarakat luas untuk menjadikan Sumut bermartabat,” tegasnya.

“Sebagai pilihan yang tepat bagi Edi Rahmayadi adalah mundur dari jabatan sebagai gubsu sebagai tanggung jawab tidak mampu membangun Sumut. Jangan sampai ada korban kecelakaan hingga menewaskan jiwa pengguna jalan lintas ini, baru Pemerintah Provinsi Sumut sibuk untuk memperbaikinya. Kasihan masyarakat yang setiap bulan membayar pajak. Pajak dibayarkan untuk kelangsungan dan kelancaran pembangunan di daerah yang nantinya bisa mendongkrak perekonomian masyarakat,” tambah dia.

Anehnya, semenjak Gubsu dijabat oleh Edi Rahmayadi, Kabupaten Sergai tidak pernah mendapat tambahan dana Bantuan Keuangan Provinsi (BKP).

“Bagaimna mewujudkan Sumut bermartabat. Mungkin gubsu hanya menghayal saja,” pungkas Loso Mena. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda