Geliat Ekonomi IDS Sumatra 2026, Dagangan Ikhsanudin Ludes dalam Hitungan Jam

7

LAMPUNG SELATAN, BERITAANDA – Ditengah deru mesin dan semarak gelaran Indonesia Drift Series (IDS) Sumatra 2026 di Way Handak Expo, Lampung Selatan, Sabtu (23/5/2026), terselip kisah sederhana yang membekas bagi masyarakat kecil.

Ikhsanudin (68), seorang pedagang asongan asal Kecamatan Candipuro, datang seperti biasa dengan sepeda motornya untuk menjajakan dagangan kepada para pengunjung. Namun, suasana hari itu terasa berbeda dibanding biasanya.

Belum lama tiba di lokasi acara, seluruh dagangannya langsung habis dibeli pengunjung. Bagi sebagian orang, hal itu mungkin terlihat biasa saja. Namun bagi Ikhsanudin, momen tersebut menjadi berkah yang tak disangka.

Dengan wajah haru, pria lanjut usia itu mengaku sangat terbantu dengan hadirnya event nasional di Kabupaten Lampung Selatan tersebut.

“Alhamdulillah, terima kasih Pak Bupati. Dengan adanya acara ini saya sangat merasa terbantu. Biasanya saya jualan sampai sore baru habis, tapi hari ini baru datang dagangan saya sudah langsung ludes,” ujar Ikhsanudin penuh syukur.

Cerita sederhana itu menjadi gambaran nyata bahwa sebuah event besar tidak hanya menghadirkan hiburan atau prestise daerah, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat kecil.

Bagi Ikhsanudin, IDS Sumatra 2026 bukan sekadar ajang balap drifting nasional. Event tersebut juga menghadirkan harapan dan peluang rezeki yang lebih baik bagi pelaku usaha kecil. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di Lampung Selatan.

“Sering-sering ya Pak Bupati mengadakan acara seperti ini. Ini sangat membantu, apalagi untuk orang seperti saya,” tambahnya.

Kisah Ikhsanudin hanyalah satu dari banyak cerita yang lahir dari gelaran Indonesia Drift Series Sumatra 2026.

Dibalik atraksi para drifter nasional dan lintasan yang dipenuhi mobil drift, denyut ekonomi masyarakat turut bergerak. Puluhan pelaku UMKM lokal mendapat ruang untuk berjualan di area kegiatan. Pedagang kecil, tukang parkir, hingga pelaku usaha di sekitar Kalianda ikut merasakan dampaknya.

Ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah turut membawa efek positif bagi ekonomi lokal. Warung-warung ramai, lapak kecil hidup, dan masyarakat merasakan langsung manfaat dari event nasional tersebut.

Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen pembangunan Kabupaten Lampung Selatan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Ditengah riuh suara ban berdecit di lintasan drift, senyum Ikhsanudin menjadi simbol paling nyata bahwa keberhasilan sebuah event dapat diukur dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat kecil.

Hari itu, Ikhsanudin pulang lebih cepat. Bukan karena lelah, melainkan karena seluruh dagangannya telah habis terjual. Sebuah kebahagiaan sederhana yang sangat berarti baginya. (Kmf)

Bagaimana Menurut Anda