Dua Pemain Kunci Diskors Jelang Bupati Cup, Timur FC dan Gelora Buana Protes Komdis PSSI Kerinci

3

KERINCI, BERITAANDA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, mendapat sorotan publik menyusul diterbitkannya surat keputusan skorsing secara mendadak oleh Komite Disiplin (Komdis) Askab PSSI Kerinci.

Manajemen klub Timur FC dan Gelora Buana secara resmi menyampaikan keberatan serta mengecam keputusan tersebut. Mereka menilai sanksi yang dijatuhkan bermasalah dari sisi hukum, etika, maupun prosedur.

Surat skorsing tersebut menyasar dua pemain kunci, yakni Jaker Pebdini dari Timur FC dan Aerifki dari Gelora Buana. Keputusan itu dinilai merugikan klub, terlebih kedua pemain tersebut diproyeksikan tampil dalam ajang Bupati Cup Penawar.

Manajemen menegaskan bahwa proses pemberian sanksi terhadap pemain tidak dapat dilakukan sembarangan. Menurut mereka, kedua pemain tersebut tidak pernah dipanggil untuk dimintai keterangan ataupun menjalani proses klarifikasi sebelum sanksi dijatuhkan.

Ade Jenni Putra selaku pihak yang menandatangani surat keputusan tersebut, menurut manajemen, dalam percakapan melalui WhatsApp justru mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut dan menyebut dirinya hanya sebagai Komdis Bupati Cup Penawar.

Hal tersebut, menurut manajemen, menimbulkan pertanyaan mengenai kapasitas dan kewenangannya dalam menandatangani surat resmi yang diterbitkan oleh PSSI.

Manajemen juga mempertanyakan dugaan rangkap jabatan serta potensi benturan kepentingan. Mereka merujuk pada ketentuan Statuta PSSI terkait independensi badan yudisial yang, menurut mereka, melarang anggota Komdis merangkap jabatan sebagai perangkat pertandingan atau wasit aktif.

Manajemen menyebut Ade Jenni Putra diketahui merupakan pemegang lisensi wasit aktif. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapatkan penjelasan karena berkaitan dengan independensi serta keabsahan proses pengambilan keputusan.

Manajemen mengungkapkan bahwa pengurus Askab PSSI Kerinci hingga saat ini disebut belum dilantik secara sah melalui Kongres/Muscab. Menurut mereka, apabila kepengurusan belum memiliki legalitas yang sah, kewenangan Exco dalam membentuk Komdis juga patut dipertanyakan. Atas dasar itu, mereka mempertanyakan keabsahan sanksi yang telah dikeluarkan.

Jika PSSI tidak segera menyelesaikan persoalan tersebut dan kedua pemain tetap dilarang tampil dalam Bupati Cup Penawar, pihak manajemen bersama para suporter mengancam akan menggelar aksi demonstrasi. Mereka juga menyatakan akan meminta Bupati Kerinci untuk tidak melantik kepengurusan PSSI tersebut.

“Jangan sembarangan tanda tangan surat kalau tidak mengerti permasalahannya, karena ini bisa merugikan banyak orang,” tegas perwakilan manajer Timur FC dan Gelora Buana, Sabtu (19/9/2026).

Manajemen menduga terdapat kesengajaan dari pihak PSSI dalam menerbitkan surat skorsing yang waktunya berdekatan dengan pelaksanaan Bupati Cup Penawar. Mereka menduga keputusan tersebut berpotensi menjegal kedua pemain untuk tampil dalam kompetisi tersebut.

Manajemen juga menyebut bahwa saat Kejurkab di Sulak Panjang sebelumnya, surat keputusan tersebut sempat diminta, tetapi tidak pernah diberikan.

Selain itu, menurut mereka, dalam regulasi Bupati Cup maupun undangan seleksi Gubernur Cup tidak terdapat aturan yang menyatakan pemain yang tidak mengikuti seleksi dapat dikenai sanksi skorsing.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen kedua klub masih menunggu klarifikasi dan penyelesaian dari Askab PSSI Kerinci sebelum mengambil langkah hukum maupun melakukan aksi lanjutan. (Tomi)

Bagaimana Menurut Anda