Kemarau Panjang Hantam Lahan Jagung di OKI, Tanaman Kerdil dan Terancam Gagal Panen

3

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Jajaran Polsek di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus melakukan upaya pengawasan terhadap program ketahanan pangan. Pada Jumat (18/9/2026), dua kegiatan monitoring dilaksanakan di dua kecamatan berbeda.

Fokus utama tertuju pada lahan jagung kuartal II seluas 6 hektare di Desa Serapek, Kecamatan Teluk Gelam. Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan tanaman jagung yang kini berusia 89 Hari Setelah Tanam (HST) mengalami gangguan pertumbuhan serius.

“Meski telah dilakukan pemupukan, tanaman terpantau kekurangan air akibat kemarau panjang,” ujar Kapolsek Teluk Gelam IPTU Muhammad Rizal SH, Sabtu (19/9/2026).

Akibatnya, pertumbuhan jagung menjadi kerdil dan terancam gagal panen. Kata dia, kondisi ini dikhawatirkan akan merugikan petani jagung binaan penerima bantuan KUR jagung di wilayah hukum Polsek Teluk Gelam.

“Petugas di lapangan mencatat, program ketahanan pangan di Desa Serapek tersebut menunjukkan progres yang belum positif,” tandas dia.

Diharapkan, lanjut dia, dengan perawatan yang konsisten dan pengawasan berkala, serta setelah musim kemarau usai, hasil panen ke depan dapat maksimal dan tetap mendukung ketahanan pangan.

Disisi lain, pada hari yang sama sekitar pukul 10.00 WIB, Bhabinkamtibmas Polsek Kayuagung Aipda Richie Roberto melaksanakan program 1 pengecekan dan pendampingan lahan pekarangan bergizi.

Kegiatan tersebut dilakukan di lahan pekarangan milik Budi di Desa Teloko, Kecamatan Kayuagung. Lahan binaan seluas 4 x 5 meter tersebut ditanami sayur kesek sebagai wujud pemanfaatan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Kedua kegiatan tersebut dilaporkan sebagai bahan dokumentasi dan evaluasi program ketahanan pangan yang digerakkan oleh Polri sebagai polisi penggerak di wilayah Kabupaten OKI. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda