Dorong Implementasi Multi Learning Teacher, Pemkab OKI: Cerdaskan Anak Bangsa yang Cakap Digital

26
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejaterahan Rakyat Pemkab OKI Antonius Leonardo. [Sumber Foto Kominfo OKI]

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir [Pemkab OKI] bersama dengan APKASI, Kementerian Kominfo RI serta Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara dorong tenaga pengajar di OKI untuk terapkan multi teacher learning guna menguasai serta bertanggung jawab dalam menggunakan kanal digital sebagai media pembelajaran.

Dr. Himmatul Hasanah, MP selaku Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan dalam webinar pendidikan mengatakan, guru sebagai komponen utama dalam pendidikan harus mampu beradaptasi dengan metode pendidikan yang perlu dilakukan di era digital seperti saat ini.

“APKASI bersama dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara mendukung untuk menumbuhkan dan mengembangkan growth mindset pada tenaga pengajar. Itu artinya, pendidikan tidak hanya menyampaikan pengetahuan dan informasi melainkan membantu, sisanya untuk mencari, mengidentifikasi, dan mengkontruksi pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi kehidupan,” kata Himmatul dalam webinar pendidikan, Jumat (8/10).

Sementara itu, Bupati OKI melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejaterahan Rakyat Drs. H. Antonius Leonardo, M.Si menyampaikan, peran strategis guru untuk mencerdaskan anak bangsa di era 4.0 ini harus dikombinasikan dengan penggunaan sarana belajar di ruang digital.

“Tanpa disadari perkembangkan teknologi memberikan cara baru dalam proses belajar-mengajar. Dengan kecanggihan yang ada, tenaga pengajar memiliki peluang pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis para siawa, kemampuan dalam pemecahan masalah, kemampuan komunikasi dan kolaborasi (melalui tugas kelompok). Peluang ini yang harus dioptimalkan,” terang Anton.

Anton menambahkan, platform daring untuk belajar bisa membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan, serta dapat mencerdaskan siswa karena adanya proses eksplorasi.

Meskipun saat itu sudah dimulai pembelajaran tatap muka secara terbatas, Anton berharap agar siswa dan seluruh tenaga pengajar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebab, ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama.

Dalam hal ini, Menteri Kominfo RI Johnny Gerard Plate menjelaskan, salah satu hal yang perlu diasah di era ini adalah communication skill, sehingga proses pembelajaran dapat dikomunikasikan dan diinformasikan secara tepat.

“Tenaga pengajar saat ini hanya berperan menjadi fasilitator bagi para siswa, tapi juga dapat membantu siswa untuk mencari, menemukan secara mandiri, dan dibekali dengan paradigma berpikir maju,” kata Johnny.

Selain itu, ia menjelaskan, tenaga pengajar juga berperan sebagai pencetus pembelajaran yang adaptif. Tidak hanya untuk belajar online, sensitivitas sosial dan rasional serta mampu beradaptasi di lingkungan digital dalam pendidikan. Dan tak kalah penting, guru juga berperan untuk menerapkan multi teacher learning. Maksudnya, siswa dapat belajar secara dinamis, belajar di mana saja, kapan saja, dari siapa saja dan dari berbagai sumber yang tidak terbatas.

“Pandemi ini menguji komitmen kita, jangan lengah untuk terapkan protokol kesehatan (prokes). Lindungi diri, lindungi negeri dan cerdaskan bangsa,” pungkas dia. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda