Cinta Damai dan Anti Anarkis Merupakan Kesejukan Masa Kini

35

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Ketua Komisi Kejaksaan RI Dr. Barita Simanjuntak SH, MH, CFrA manyampaikan deklarasi cinta damai dan anti anarkis merupakan kesejukan masa kini. Ini sebagai salah satu bukti kekondusifan di Tapanuli Selatan (Tapsel) masih terus terjaga.

Deklarasi itu disampaikannya disaat menjadi narasumber di acara seminar kepemudaan dan deklarasi anti anarkis DPD KNPI Tapsel, Jumat kemarin, yang mengusung tema ‘Peran Pemuda Dalam Mengimplementasikan Nilai Sumpah Pemuda Dimasa Covid-19.’

Hadir Sekretaris Komisi Kejaksaan RI, Ketua Majelis Wali Amanat USU, Kapolres Tapsel, mewakili Dandim, mewakili Kejari, Sekda, pimpinan OPD, OKP, Forkala, MUI, FKUB, Badan Silaturahmi Ponpes, KPU, Bawaslu, Asosiasi Pemerintahan Desa, dan lainnya.

Kata Barita, sumpah pemuda 28 Oktober 1959 silam dibahas dalam suasana kondusif tanpa adanya anarkisme. Sejarah itu harus menjadi panduan bagi generasi pemuda yang ada di Kabupaten Tapsel untuk berdiri mendukung upaya kondusifitas penolakan anarkis.

“Saya kira ini merupakan pesan sejuk sumpah pemuda masa kini. Satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Menunjukkan bahwa seluruh batas-batas perbedaan itu kita tinggalkan, yang dikedepankan adalah kesamaan pandangan,” tegasnya.

Dulu kita berhadapan dengan penjajah Belanda, tetapi saat ini kita berhadapan dengan bangsa sendiri. Seperti yang disampaikan Bung Karno, generasi muda akan sulit karena kamu akan berhadapan dengan bangsa kamu sendiri.

Konsep upaya yang relevan tentang tanah air yang satu adalah upaya menolak segala bentuk pergejolakan bangsa. Harus memiliki pemikiran menyatukan bukan untuk memecah belah. Bisa berbeda pandangan atau pendapat, tapi harus dalam lingkaran dan konteks ke-Indonesian.

Musyawarah untuk mupakat adalah ciri khas bangsa kita. Juga gotong royong serta dalihan na tolu. Tiada satu kedudukan yang permanen bagi tiap anggota masyarakat di Tapsel. Segala sesuatu itu tidak dilihat dari materi tetapi dilihat dalam musyawarah, mupakat, dalihan na tolu.

Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu memberi apresiasi atas kehadiran maupun materi yang disampaikan Ketua Komisi Kejaksaan RI Barita Simanjuntak. “Peserta harus memanfaatkan kegiatan ini untuk memperdalam ilmu,” ujarnya.

Yang terpenting, menurut dia, adalah suasana kekompakan, kolaborasi dan sinergitas sesuai dengan tupoksi masing-masing harus dijalin. Apalagi peringatan Sumpah Pemuda yang ke 92 tahun di tengah pandemi Covid-19 haruslah menumbuh kembangkan semangat bersatu.

Sementara, Ketua KNPI Tapsel Hajrul Aswat Siregar mengharapkan seminar kali ini dapat memberikan semangat terhadap kalangan para pemuda untuk terus berjuang menghadapi fase kesulitan di era pandemi Covid-19.

“Kita telah sepakat mendeklarasikan anti anarkis, dengan demikian harus dilaksanakan jangan sampai jiwa-jiwa anarkis ada di bumi Tapsel. Mari terus mengembangkan kreatifitas dan aktifitas di tengah pandemi dengan tetap patuhi protokol kesehatan,” ujarnya. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda