Bupati Sergai Terima Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat

254

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman menerima Anugerah Kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Jakarta, pada acara puncak Hari Pers Nasional (HPN), bertempat di kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru, Sabtu (8/2/2020).

Anugerah Kebudayaan ini diserahkan langsung oleh Ketua PWI Pusat Atal S Depari dan disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo serta Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof. Dr. Muhajir Efendi MAP dan undangan lainnya.

Penghargaan yang diterima Bupati Sergai ini merupakan rangkaian dari proses penilian yang dilakukan oleh PWI Pusat terhadap bupati/walikota se-Indonesia yang telah memberikan perhatian penuh terhadap pengembangan kebudayaan dalam membangun daerahnya.

Bupati Sergai merupakan 1 dari 9 bupati/walikota penerima Anugerah Kebudayaan. Adapun ke-9 bupati/walikota lainnya yaitu Gunung Kidul, Halmahera Barat, Luwu Utara, Ambon, Tabalong, Tulang Bawang Barat, Banjarmasin, Baubau dan Tangerang Selatan.

Usai menerima penghargaan, Bupati Soekirman yang hadir didampingi Kadis Kominfo Drs. H. Amkal, AP, M.Si mengucapkan terimakasih kepada organisasi PWI Pusat yang telah menggagas perhelatan ini, sehingga berjalan sangat apik dan sesuai yang diharapkan.

“Ini akan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah bersama seluruh rakyat Tanah Bertuah Negeri Beradat yang hidup dalam keberagaman. Selain itu, penganugerahan ini merupakan pengamalan dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan Indonesia yang ada di Sergai,” ungkapnya.

“Semoga dengan hadirnya kami bersama PWI diperingatan HPN ini menjadi modal dasar dalam memajukan ekonomi kreatif, pariwisata dan juga budaya di masyarakat,” ujarnya.

Secara khusus, Presiden RI Joko Widodo yang hadir dalam acara mengapresiasi kegiatan akbar yang rutin digelar setiap tahunnya.

“Setiap kegiatan HPN, saya akan tetap berusaha untuk menghadirinya. Karena insan pers adalah teman dan mitra kerja saya, yang selalu bersama-sama dengan saya dalam bekerja melaksanakan tugas-tugas negara dan pemerintahan ini,” ungkap Presiden Jokowi.

“Rekan -rekan wartawan lah yang membuat berita saya dan pemerintahan, sehingga sampai di masyarakat. Jadi berhadapan dengan insan pers saya bukan benci, namun selalu di hati dan rindu. Saya ucapkan terimakasih, sebab dalam lima tahun secara konsisten memberikan dukungan juga masukan serta kritik-kritik yang membangun demi peningkatan pembangunan Indonesia,” papar Presiden RI.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joki Widodo menyampaikan bahwa masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang mendapatkan informasi yang sehat dan baik, informasi yang baik membutuhkan wartawan yang baik, juga ekosistemnya baik. Oleh sebab itu, ekosistem media harus dilindungi dan harus diproteksi, sehingga masyarakat mendapatkan konten berita yang baik.

Oleh karenanya, Presiden meminta agar segera disiapkan draf regulasi yang dapat melindungi dan memproteksi dunia pers kita.

“Dilain hal, pintu gerbangnya calon ibukota negara, Kalimantan Selatan sangat potensial untuk pengembangan budaya dan wisata yang strategis,” ungkap Presiden sembari memperlihatkan tayangan video animasi bakal Ibukota Negara RI yang baru, yaitu di Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur.

Tak lupa juga Presiden Jokowi mengucapkan selamat kepada bupati dan walikota yang mendapatkan Anugerah Kebudayaan. Semoga semuanya bisa terus berkiprah untuk kemajuan pembangunan di negara kita tercinta.

Sehari sebelumnya, dalam rangkaian acara HPN, Bupati Sergai Soekirman didaulat sebagai narasumber dalam dialog kebudayaan yang digelar oleh PWI Pusat di Hotel Mercure Banjarmasin.

Sergai yang memiliki konsep pengembangan budaya melalui kampung budaya, diantaranya kampung budaya Melayu, Jawa, Batak, Bali dan Banjar. Ini semua berhasil menjadi role model dalam pembangunan dengan pendekatan budaya di Tanah Bertuah. Membangun mental kepribadian dengan berlandaskan pada nilai logika, etika dan estetika.

Itu semua berpadu untuk mewujudkan pluralisne (keberagaman) yang sejalan dengan toleransi. Toleransi yang akan menghasilkan trust (kepercayaan). Pada akhirnya, trust dapat menguatkan kohesivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Puncak acara HPN ini juga dihadiri oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, para duta besar, para gubernur, bupati/walikota dan insan pers se-Indonesia. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda