Bupati Diteriaki ‘Ini Dia’ oleh Peserta Apel Akbar Karang Taruna Tapsel

1155

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Teriakan ‘ini dia’ menggema di lapangan bola Pintu Padang, Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan (Tapsel), Ahad (29/12/2019) siang. Teriakan itu datang dari ribuan orang ditujukan ke bupati.

Mereka meneriaki itu, setelah sebelumnya yel berintonasi pembakar semangat yang digaungkan sang bupati terhadap dua ribuan pengurus dan anggota Karang Taruna se-Kabupaten Tapsel, diyakinkan mampu menstabilkan suasana.

“Adakah jiwa relawan di dadamu,” tanya Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu, selaku pimpinan upacara apel akbar Karang Taruna Tapsel, lalu dijawab ‘ada’. Kembali bupati tanyakan, ‘mana dia’, dijawab oleh peserta, ‘ini dia, ini dia, ini dia’.

Pantauan BERITAANDA di lokasi, ribuan orang berpakaian serba biru berlogo Pemkab Tapsel di lengan kanan, logo karang taruna di lengan kiri, tampak berbaris rapi membentuk huruf U menghadap ke arah panggung kehormatan.

Di panggung kehormatan, bupati berdiri tegap seraya membelakangi kursi undangan. Hadir Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu, MWA USU Panusunan Pasaribu, Wakapolres Kompol Jumanto, mewakili Dandim 0212/TS.

Hadir pula unsur birokrat Tapsel seperti Sekda Parulian Nasution, Kadis Sosial Nurdin Pane, Camat Angkola Muaratais AM. Fadhil Harahap, Camat Batang Angkola M. Taufik R. Lubis, PKK Kabupaten dan Kecamatan, dan tamu lainnya.

Dimoderatori Ketua MPKT Tapsel, Syaufia Lina Syahrul M. Pasaribu, dan anggota MPKT Tapsel Susanto. Acara bertajuk ‘Hari Kesetiakawanan Sosial’ dan diawali dengan cek peserta upacara tersebut berlangsung dengan penuh khidmat.

Menurut Bupati Tapsel, pemuda-pemudi yang tergabung di karang taruna merupakan calon-calon pemimpin masa depan. Karang taruna, sebut dia, adalah laboratorium kader bangsa. Pada saatnya nanti, harus mampu melahirkan sosok pemimpin yang mumpuni.

“Di karang taruna ini, anak-anak kami ditempa sejak dini. Karena sesungguhnya, ananda ini merupakan estafet pemimpin bangsa, dalam rangka melanjutkan sekaligus kesinambungan bangsa, khususnya Tapanuli Selatan,” katanya.

Diingatkannya pula, hal mendasari akan lahirnya karang taruna pada 26 September 1980, di Kampung Melayu, Jakarta, merupakan perwujudan dari semangat generasi muda untuk turut mencegah dan menanggulanggi masalah kesejahteraan sosial masyarakat.

Karang taruna selaku organisasi kepemudaan ataupun sosial kemasyarakatan dini sebagai wadah dan sarana pengembangan yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial, sangat dinantikan terobosannya di tengah-tengah masyarakat.

“Manakala generasi muda, khususnya di desa yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial telah berbuat, maka hal itu sudah amat sinkron dengan sasaran kinerja kabinet Indonesia. Yakni membangun dari pinggiran,” ujar Syahrul.

Dia menambahkan, kontribusi karang taruna dinilai sangat penting dalam pemberdayaan pemuda di berbagai bidang. Tapi, harus diakui, masih ada sebagian masyarakat yang belum memenuhi fungsi dan peran karang taruna.

“Melalui kegiatan apel akbar memperingati hari kesetiakawanan sosial ini, kita berharap dapat membuka pemikiran masyarakat akan betapa pentingnya keberadaan karang taruna. Hal ini termasuk kepada jajaran pemerintahan di tiap tingkatan, agar ikut berpartisipasi,” ucap bupati.

Ketua Karang Taruna Tapsel, Ahmad Bangun Ritonga, mewakili pengurus maupun anggota keseluruhan, menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian Pemkab Tapsel. Sejauh ini, di bawah binaan Bupati Syahrul, mereka optimis mampu mempersembahkan yang terbaik.

“Kami harus mampu menjawab tantangan dan kepercayaan yang diberikan. Bagaimana agar keberadaan karang taruna itu betul-betul dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, juga bagi pemerintah. Kami harus ambil peranan dalam mewujudkan masyarakat Tapsel yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” imbuhnya.

Sebelum kegiatan berakhir, bupati didampingi forkopimda menyerahkan piagam penghargaan kepada pimpinan OPD, camat, lurah, Ketua TP. PKK, dan pengurus karang taruna, yang dinilai memiliki andil penting dalam pengembangan maupun pembinaan karang taruna di Tapsel. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda