Bocah Hanyut di Sungai Aek Marihan Paluta Akhirnya Ditemukan

1218
Jasad Almarhumah disemayamkan di rumah duka, Desa Simataniari Kecamatan Dolok, Paluta, Kamis (14/2/2019).

PALUTA-SUMUT, BERITAANDA – Tiga hari pasca dinyatakan hilang, Ratih Hasibuan (7) korban hanyut akibat terseret aliran Sungai Aek Marihan di Desa Simataniari Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), akhirnya ditemukan, Kamis (14/2/2019).

Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Irwa Zaini Adib melalui Kasubag Humas IPTU Alpian Sitepu kepada BERITAANDA membenarkan penemuan siswi kelas I Sekolah Dasar Negeri (SDN) Simataniari, di Desa Sigalagala, tepatnya radius tiga kilometer dari titik awal korban terhanyut.

Dijelaskan Alpian, korban ditemukan pukul 10.00 Wib, berkat upaya pencarian yang dilakukan masyarakat Desa Simataniari Kecamatan Dolok dan desa sekitar, bersama jajaran Polsek Dolok, Koramil 06 Dolok, serta BPBD setempat, yang tanpa kenal lelah apalagi putus asa.

“Innalillah wa inna ilaihi roji’un, tubuh putri Anak Baihaki Hasibuan (40) itu telah ditemukan, namun sudah dalam keadaan tak bernyawa. Untuk kondisi tubuh keseluruhan masih tetap utuh, tapi kondisinya sudah mulai menghitam dan membengkak,” ujarnya.

Selanjutnya sebelum jenazah Ratih Hasibuan dikebumikan pukul 14.00 Wib di hari yang sama, jasad almarhumah terlebih dahulu disemayamkan di rumah duka, Desa Simataniari Kecamatan Dolok, Paluta.

Seperti diketahui, Ratih dinyatakan hilang akibat terseret arus Sungai Aek Marihan, Paluta, Senin (11/2/2019) pukul 23.00 Wib. Peristiwa bermula pukul 16.00 Wib, Sungai Aek Marihan mulai meluap, sehingga membuat sang ibu mengajak ketiga anaknya masuk dan berlindung di dalam rumah.

Selang waktu berlanjut, tepatnya sekitar pukul 23.00 Wib, merasa ada yang kurang beres dengan kerangka rumah panggung yang terasa berguncang, dengan menggunakan penerangan senter si ibu mengecek keadaan di luar lewat pintu rumah.

Kaget bukan main, ternyata debit air sudah mulai menggenangi rumah mereka. Tak mau ambil resiko, dengan menggenggam ketiga anaknya, sang ibu bermaksud meninggalkan rumah menuju tempat yang dirasa aman.

Naasnya, ketika hendak mulai beranjak menuruni tangga untuk menyeberangi luapan air sungai, salah seorang anaknya bernama Ratih Hasibuan (7) terlepas. Sontak ia pun histeris, berteriak sekuat-kuatnya meminta pertolongan warga.

Ratih Hasibuan, si bocah malang kemudian hilang di tengah kegelapan malam digulung aliran sungai, hingga akhirnya tiga hari kemudian berhasil ditemukan, namun sudah dalam keadaan meninggal dunia. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda